
Tangkapan layar AFC. (Dok. AFC)
JawaPos.com - Jelang laga krusial melawan Bahrain pada matchday kedelapan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (25/3) di Stadion Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia kembali diingatkan pada salah satu momen kelam dalam sejarah sepak bola nasional. Kekalahan telak 0-10 dari Bahrain masih menjadi memori pahit yang sulit dilupakan.
Jika melihat catatan pertemuan, kekuatan kedua tim sebenarnya tidak terlalu timpang. Dari delapan pertemuan, Indonesia mencatat dua kemenangan, Bahrain tiga kemenangan, dan tiga laga lainnya berakhir imbang.
Namun, kekalahan telak di Kualifikasi Piala Dunia 2014 menjadi catatan buruk yang membekas. Pertandingan itu berlangsung di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, pada 29 Februari 2012, saat Timnas Indonesia dilatih oleh mantan pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.
Waktu itu Indonesia tergabung di Grup E bersama Bahrain, Qatar, dan Iran. Sayangnya, perjalanan Skuad Garuda di fase grup itu berakhir tragis. Dari enam pertandingan, Irfan Bachdim dan kolega tak meraih satu pun poin, dengan total kebobolan 26 gol dan hanya mencetak tiga gol.
Faktor Utama Kekalahan Telak
Saat itu, skuad Garuda tidak dalam kekuatan terbaik akibat konflik dualisme PSSI dan liga domestik. Indonesia memiliki dua kompetisi, yakni Indonesia Super League (ISL) yang tidak diakui, dan Indonesia Premier League (IPL) yang diakui. Banyak pemain ISL tak bisa memperkuat tim nasional. Alhasil, hanya sedikit pemain berpengalaman seperti Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga, dan Diego Michiels yang tampil.
Petaka menghampiri Indonesia di awal laga ketika kiper Syamsidar mendapat kartu merah akibat pelanggaran di kotak penalti. Bermain dengan 10 pemain sejak menit ketiga, Indonesia kesulitan menahan serangan Bahrain.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan 4-0 untuk tuan rumah. Di babak kedua, keadaan semakin memburuk hingga Bahrain menutup laga dengan kemenangan telak 10-0. Hasil ini menjadi kekalahan terbesar sepanjang sejarah Timnas Indonesia.
Indikasi Pengaturan Skor
Kecurigaan pun mencuat setelah laga berakhir. FIFA langsung menggelar investigasi karena skor yang dianggap mencurigakan. Bahrain kala itu memang butuh kemenangan dengan selisih sembilan gol untuk menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya. Namun, setelah penyelidikan, FIFA tidak menemukan bukti adanya pengaturan skor.
Ironisnya, meski meraih kemenangan besar, Bahrain gagal melaju ke babak berikutnya. Sebab, di laga lain, Qatar bermain imbang 2-2 kontra Iran, sehingga membuat mereka unggul agregat gol dan berhak melanjutkan perjalanan di Kualifikasi Piala Dunia 2014.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Indonesia. Bahkan, hingga kini skor 0-10 tersebut masih dikenang sebagai kekalahan terbesar Timnas Indonesia, mengingat sebelumnya Garuda juga pernah kalah 0-9 dari Denmark pada 1974.
Misi Balas Dendam
Pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk membalas kekalahan memalukan tersebut. Pada pertemuan terakhir di Stadion Nasional Bahrain, 10 Oktober 2024, Indonesia nyaris membawa pulang poin penuh sebelum keputusan kontroversial wasit membuyarkan harapan itu. Kini, Garuda bertekad mencatat hasil positif.
Namun, tantangan berat menanti Timnas Indonesia. Usai kekalahan telak 1-5 dari Australia di Sydney Football Stadium pada Kamis (20/3/2025), mental para pemain terguncang. Pelatih Patrick Kluivert menyatakan bahwa prioritasnya saat ini adalah memulihkan kepercayaan diri tim.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
