Andreas Rah Aji Ragil Pangestu, pendukung setia PSIM Yogyakarta (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)
JawaPos.com - Hujan gerimis mengguyur kota Yogyakarta, Minggu sore (17/2). Beberapa saat menjelang pertandingan hidup-mati PSIM Yogyakarta melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Mandala Krida. Hampir seluruh wajah suporter Laskar Mataram tampak serius menunggu dimulainya pertandingan. Bisik-bisik promosi ke Liga 1 menjadi trending topic dari telinga ke telinga di sore yang basah itu.
PSIM Yogyakarta akhirnya memastikan diri promosi ke Liga 1 setelah penantian panjang selama 19 tahun. Kemenangan 2-1 atas PSPS Pekanbaru menjadi momen bersejarah bagi Laskar Mataram.
Di tengah euforia keberhasilan PSIM, seorang pendukung fanatik tampak bersenandung lirih dan menghayati bait demi bait lirik anthem PSIM usai pertandingan. Andreas Rah Aji Ragil Pangestu, menjadi sorotan karena caranya yang unik dalam mendukung tim kesayangannya. Berbeda dengan suporter lain yang memenuhi tribun sepanjang musim, Andreas justru memilih untuk tidak menonton pertandingan secara langsung.
Meski tetap datang ke stadion, ia memilih untuk tidak masuk sebagai bentuk protes terhadap manajemen, Andreas berteduh di bawah tulisan Stadion Mandala Krida tribun VIP selatan. Sore itu, pria berkumis tipis ini mengenakan jersey biru PSIM yang bertuliskan Klub Djogja Istimewa dan bercorak batik di bagian lengan kanan-kirinya. Bersama rekan suporternya yang lain, dengan sabar ia menunggu menit demi menit jalannya pertandingan.
"Tiap musim selalu dijanjikan promosi, tapi nyatanya gagal terus. Makanya saya memilih mendukung dengan cara berbeda. Saya tetap datang ke stadion untuk menjaga silaturahmi, tapi tidak masuk ke dalam," ucap Andreas.
Musim ini, PSIM memang tidak memasang target promosi seperti musim-musim sebelumnya. Namun, justru ketika ekspektasi tidak terlalu tinggi, tim asuhan Erwan Hendarwanto mampu tampil luar biasa dan merebut tiket ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Andreas yang awalnya enggan berharap banyak akhirnya tidak bisa menahan emosinya ketika PSIM resmi naik kasta. Keteguhannya untuk tetap di luar stadion sepanjang musim pun runtuh di menit ke-90 laga penentuan.
"Saya masuk ke stadion di menit ke-90, cuma buat nyanyi anthem 'Aku Yakin Dengan Kamu'. Rasanya luar biasa, akhirnya bisa menyanyikan lagu itu lagi sambil menangis," ungkapnya.
Bagi Andreas, momen itu bukan sekadar selebrasi, tetapi pelampiasan dari penantian panjang dan rasa kecewa yang selama ini ia pendam. Ia merasa perjuangannya sebagai suporter yang setia akhirnya mendapatkan hasil yang setimpal.
Kini, PSIM sudah ditunggu Bhayangkara FC di laga final Liga 2. Dengan jumlah poin lebih tinggi, PSIM berhak menjadi tuan rumah di Mandala Krida. Andreas pun berharap tim kesayangannya bisa menutup musim dengan manis sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar di Liga 1 musim depan.
"Promosi ini baru awal, perjalanan PSIM di Liga 1 nanti pasti lebih berat. Tapi yang jelas, kali ini saya percaya dengan tim ini. Saya yakin dengan PSIM, AYDK!" pungkasnya.
Perjalanan PSIM di musim ini tidaklah mudah. Setelah finis di posisi kedua Grup 2, mereka harus melewati persaingan ketat di babak 8 Besar. Keputusan manajemen untuk mengistirahatkan Seto Nurdiantoro dan menunjuk Erwan Hendarwanto sebagai pelatih interim terbukti jitu. Di bawah kendalinya, PSIM meraih lima kemenangan dari enam laga dan memastikan promosi ke Liga 1.
Momen tersebut merupakan gambaran kesetiaan seorang suporter terhadap tim yang ia cintai. Lebih lanjut, Andreas juga mengaku memiliki nazar lain yang enggan ia sebutkan sebelum PSIM menjalani laga final kontra Bhayangkara FC.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
