
Ekspresi pelatih Persebaya Paul Munster pada laga mengahadapi Persita dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (31/1/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos) RIANA SETIAWAN/ JAWA POS
JawaPos.com – Tiga klub raksasa Liga 1 Indonesia, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya masih mendominasi klasemen sementara musim ini. Ketiganya masih memiliki kans besar menjadi kampiun musim ini.
Persib masih bercokol di posisi puncak dengan torehan 46 poin, unggul tujuh poin atas Persija di posisi kedua, dan Persebaya menempati posisi ketiga dengan 38 poin.
Walau begitu, Persib dan Persija terbilang tim paling produktif dalam urusan mencetak gol di tiga laga terakhir. Persija paling gacor setelah mencetak tujuh gol, meski menghasilkan satu kemenangan kontra Persita Tangerang (2-0), dan imbang lawan Persis Solo (3-3), dan terakhir ditahan imbang PSBS Biak (2-2).
Sementara Persib menghasilkan empat gol dengan rincian kalah dari Dewa United (0-2), menghancurkan Arema FC (3-1), dan terakhir menang tipis 1-0 atas PSM Makassar.
Bagaimana dengan Persebaya? Skuad asuhan Paul Munster ini ternyata hanya menghasilkan sebiji gol saat ditahan imbang 1-1 Persita, dan kalah dari Malut United (0-2), dan kandas di tangan tuan rumah Barito Putera (3-0).
Lalu, apa yang membuat Persebaya begitu minim dalam mencetak gol. Padahal, skuad kebanggaan Bonek ini sudah mendapatkan satu legiun asing yang berposisi sebagai penyerang, yakni Dejan Tumbas, di bursa transfer paruh musim ini.
Jika dilihat dari statistik maupun strategi yang diterapkan Munster dalam tiga laga terakhir, maka pelatih asal Irlandia Utara itu selalu bertumpu dengan formasi 4-3-3. Formasi ini selalu digunakannya saat menghadapi Malut United, Barito Putera, dan Persita. Bedanya, mantan pelatih Bhayangkara FC itu hanya melakukan rotasi pemain.
Bandingkan dengan Persija, di mana Carlos Pena selaku melakukan pendekatan strategi berbeda sesuai tim yang dihadapi. Contoh saat menghadapi Persita, pelatih asal Spanyol ini menggunakan formasi 3-4-3.
Setelah itu, saat meladeni Persis, Pena mengubahnya menjadi 3-4-1-2. Dan, terkini saat menjamu PSBS, Pena kembali ke formasi saat menghadapi Persita.
Persib di bawah komando Bojan Hodak juga melakukan pendekatan serupa. Pelatih asal Kroasia itu sempat menggunakan formasi 4-3-3 saat kalah dari Dewa United, tapi Bojak mengubahnya saat menghadapi Arema FC. Ia menerapkan formasi 4-2-3-1. Dan, saat bertemu PSM, Bojak kembali ke formasi awal 4-3-3.
Bukan bermaksud untuk menggurui karena kebijakan formasi semua menjadi hak prerogatif dari pelatih, tapi alangkah baiknya jika Munster melakukan pendekatan berbeda tergantung lawan yang dihadapi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
