Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 14.37 WIB

Dilema Persija Jakarta Miliki Dony Tri Pamungkas, Saking Jagonya Sampai Minim Menit Bermain di Klub Karena Sering Dipanggil Timnas

Dony Tri Pamungkas menjadi pemain terbaik di laga melawan Myanmar. (Instagram/@donytripamungkas)

JawaPos.com - Persija Jakarta menghadapi dilema besar terkait salah satu pemain mudanya, Dony Tri Pamungkas. Putra dari eks Arema, Joko Sasongko ini tidak hanya menjadi andalan klub, tetapi juga kerap dipanggil untuk membela Timnas Indonesia, baik di level senior maupun kelompok umur. Meskipun Dony punya potensi luar biasa, kenyataan bahwa ia harus bolak-balik antara timnas dan klub membuat menit bermainnya di skuad Macan Kemayoran menjadi sangat minim.

Di musim ini, dalam 20 pertandingan yang dijalan Persija Jakarta, Dony hanya bermain selama 4 kali, dengan total waktu bermain 269 menit. Ini berarti rata-rata menit bermainnya hanya sekitar 13.45 menit per pertandingan.

Angka ini sangat jauh dibandingkan dengan pemain lainnya, bahkan kiper cadangan Persija, Carlos Eduardo, yang total mengemas 585 menit atau sekitar 29.25 menit per pertandingan. Bahkan, Hansamu Yama, yang hampir sepanjang musim ini mengalami cedera, sudah bermain 6 kali dengan total 244 menit, yang berarti rata-rata 12.2 menit per pertandingan.

Yang menyedihkan, semakin berjalannya waktu, tidak menutup kemungkinan Dony akan menjadi kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di Persija, mengingat anak asuh Carlos Pena baru saja mendatangkan bek kiri asing, Pablo Andrade.

Dony yang seharusnya menjadi aset penting klub, justru harus bersaing dengan rekan setim lainnya yang lebih stabil dalam hal kesempatan bermain bersama Persija. Ini tentu menjadi dilema besar bagi pelatih dan manajemen klub kebanggan The Jak Mania, yang harus menyikapi kenyataan bahwa pemain berbakat ini masih bakal bolak-balik klub dan tim nasional.

"Harusnya fans Persija bisa lebih sering liat anak ini main dengan logo Monas di dada kalo bukan karena ikut TC jangka panjang berjilid-jilid itu," kata @jakonline di X. Pernyataan ini menggambarkan kekecewaan fans yang merasa Dony sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa, namun tidak mendapat kesempatan bermain bersama tim ibu kota karena sering dipanggil untuk training camp (TC) timnas dalam jangka panjang.

Tentu saja, situasi ini sangat ironis. Dalam satu musim kalender kompetisi, ada pemain yang lebih banyak tampil untuk timnas ketimbang untuk klub. Bagi Dony, ini bukanlah hal yang biasa. Menjadi pemain yang dipanggil secara rutin untuk membela timnas merupakan sebuah kehormatan, tetapi juga membawa dampak besar bagi kariernya di level klub.

Sebagai pemain muda yang kerap dipanggil timnas, Dony menghadapi tekanan besar untuk tampil konsisten di dua level yang berbeda. Meskipun ia merasa bangga bisa membela timnas, ia juga mengakui tantangan besar yang dihadapinya di Persija. Mengenai hal ini, Dony menegaskan komitmennya untuk fokus pada setiap tanggung jawab yang diembannya.

"Saya hanya fokus terhadap tanggung jawab saya. Kalau saya dipanggil ke timnas, saya fokus di timnas. Kalau saya main di klub, saya juga harus fokus dengan tanggung jawab saya bermain di klub," tegas Dony.

Namun, bagi Persija, tetap ada dilema. Bagaimana tim yang membutuhkan kualitas pemain sekelas Dony dapat memaksimalkan potensi tersebut jika sang pemain seringkali harus absen untuk membela negara? Di sisi lain, keberadaan Dony di timnas Indonesia, yang juga menjadi pilar penting di berbagai level, tetap menjadi kebanggaan tersendiri.

Penting bagi Persija untuk menyikapi situasi ini dengan bijak. Manajemen mungkin perlu mencari solusi agar Dony bisa lebih sering tampil di liga domestik tanpa harus mengorbankan komitmennya terhadap timnas. Tak hanya itu, pelatih timnas dan klub juga harus saling berkoordinasi agar keduanya bisa mendapatkan manfaat maksimal dari kehadiran Dony, yang merupakan pemain muda berbakat dengan potensi besar.

Yang jelas, Dony Tri Pamungkas menjadi contoh nyata bagaimana sebuah bakat besar bisa menjadi anugerah sekaligus musibah, tergantung dari bagaimana klub dan timnas dapat bekerja sama dalam memaksimalkan potensi sang pemain tanpa merugikan salah satu pihak.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore