Ze Valente kritik keras Alfeandra Dewangga usai insiden dengan Sho Yamamoto (Dok. Jawa Pos - IG Ze Valente)
JawaPos.com - Derby Jawa Tengah di Liga 1 2024/2025 antara PSIS Semarang dan Persis Solo berlangsung panas dan penuh tensi tinggi. Digelar di Stadion Jatidiri Semarang, laga tersebut berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo, Senin (20/1/2025).
Ramadhan Sananta menjadi bintang dengan dua gol yang ia cetak. Sementara PSIS hanya mampu membalas satu gol lewat Gali Freitas.
Selain duel seru di lapangan, pertandingan ini juga diwarnai kontroversi yang melibatkan Alfeandra Dewangga dari PSIS dan Sho Yamamoto dari Persis Solo.
Persaingan ketat sepanjang laga berubah menjadi perhatian publik setelah sebuah insiden di babak kedua terekam dan viral di media sosial. Peristiwa itu memperlihatkan momen panas antara Alfeandra Dewangga dan Sho Yamamoto. Insiden ini berujung pada kritik pedas dari Ze Valente, gelandang Persik Kediri.
Komentarnya menambah sorotan terhadap sikap dan sportivitas pemain di lapangan. Laga dimulai dengan tempo cepat. Persis Solo membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-20 lewat tendangan keras Ramadhan Sananta.
Selang delapan menit, pemain Persis nyaris menambah gol. Namun peluang dari Jhon Cley melebar. Dominasi permainan berlanjut hingga Sananta mencetak gol kedua sebelum jeda, membawa Persis unggul 2-0 di babak pertama.
PSIS berusaha bangkit di babak kedua dengan bermain lebih agresif. Gali Freitas mencetak gol pada menit ke-76, memperkecil ketinggalan menjadi 1-2.
Namun, upaya mereka untuk menyamakan kedudukan terhambat oleh kokohnya pertahanan Persis Solo. Meski tim tamu harus bermain dengan 10 orang setelah Jordy Tutuarima mendapat kartu merah di menit 90+2.
Sorotan utama datang dari insiden antara Dewangga dan Sho. Kejadian bermula saat Sho membuang bola setelah terjadi pelanggaran. Ini memicu reaksi Dewangga yang terlihat "jahil" dengan menendang paha Sho menggunakan lutut.
Sho kemudian berusaha mengejar dan merangkul Dewangga dengan gesture meminta penjelasan. Namun momen itu berakhir dengan Dewangga menjatuhkan diri tanpa kontak fisik yang signifikan.
Wasit meninjau VAR, tetapi tidak memberikan kartu kepada keduanya. Pasca-laga, insiden ini menuai kritik keras dari Ze Valente.
Mantan pemain Persebaya Surabaya ini menyayangkan sikap Dewangga yang dianggap tidak sportif. Ia membandingkannya dengan loyalitas Sho, bahkan menyebut aksi Dewa sebagai sirkus.
“Perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia dalam sebuah video. Meskipun yang satu diserang dengan lutut, dia tidak berpura-pura diserang. Dia tentu saja memberi tahu yang lain bahwa hal-hal ini tidak benar! Yang satu lagi tidak pernah diserang tetapi dia suka bermain sepak bola seperti sirkus,” ungkap Ze.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
