Bek Persebaya, Ardi Idrus menjadi sorotan akibat satu blunder dan satu gol bunuh diri yang berakibat pada kekalahan timnya. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya kini menjadi sorotan akibat tiga hasil negatif secara beruntun di Liga 1. Terkini, mereka baru saja kalah 0-2 dari Malut United di kandang sendiri.
Kekalahan ini membuat Persebaya belum meraih satupun kemenangan di putaran kedua Liga 1 musim ini. Posisi mereka di peringkat dua klasemen terancam oleh tim di bawahnya yaitu Persija.
Sorotan tajam juga tertuju pada bek Persebaya, Ardi Idrus. Dua gol dari Malut United tidak lepas dari andil mantan pemain Persib itu.
Gol pertama diakibatkan oleh kegagalannya menyapu bola dengan baik. Bola liar langsung disambar oleh tendangan Brandao. Gol kedua merupakan gol bunuh diri Ardi.
Performa Ardi pada laga kemarin memang buruk. Mengutip dari Sofascore, ia hanya mendapat rating 6,0 dan menjadi pemain dengan rating terendah.
Bermain penuh selama 90 menit, kontribusinya cukup minim. Ardi hanya membukukan satu clearance, satu intersep, dan tanpa melakukan block maupun tekel.
Selain itu, selama membukukan 40 sentuhan, ia hanya memenangkan dua duel di lapangan dan satu duel udara. Ia juga delapan kali kehilangan posisi.
Dalam aspek membantu serangan, kontribusi Ardi malah lebih minim. Ia tidak satupun melakukan tendangan ke arah gawang dan hanya satu kali dribble sukses.
Hal ini menjadi semacam ironi. Sebab, sehari sebelum laga, Ardi sangat antusias menyambut duel ini karena ia baru kembali dari sanksi larangan bermain akibat kartu.
Paul Munster sendiri menyatakan akan melakukan evaluasi pasca kekalahan menyakitkan ini. "Sekarang, kami akan melakukan penyegaran, evaluasi dan fokus pada pertandingan berikutnya, karena masih banyak pertandingan yang harus dimainkan," ujar Munster seperti dikutip dari Antara.
Jika merujuk dari pernyataan Munster tersebut, tampaknya Ardi Idrus bisa menjadi sasaran evaluasi. Melihat dari grafik performanya dalam lima laga terakhir, ia kerap tampil kurang konsisten.
Masih mengutip dari Sofascore, dalam liga laga terakhir, rating performanya rata-rata di angka enam. Dimulai dari laga menghadapi Madura United, ia mendapat rating 6,5.
Lalu nilainya naik menjadi 6,7 saat mengalahkan Arema 7 Desember lalu. Ratingnya kembali naik tipis di angka 6,8 kala menghajar Persik 4-1.
Namun, performanya menurun saat Green Force ditahan Semen Padang dengan rating 6,4. Kemudian jeblok menjadi 6,0 saat kalah dari Malut United kemarin (17/1).

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
