Trio Belanda penganut Total Football jadi bagian Timnas Indonesia. Instagram
JawaPos.com- Skuad Timnas Indonesia diberkahi dengan melimpahnya stok pemain di lini belakang. Dengan ditunjuknya Patrick Kluivert menjadi pelatih Timnas Indonesia, mungkin akan ada perubahan formasi yang digunakan Timnas.
Kedatangan Ole Romeny akan menambah daya gedor lini serang Indonesia yang masih kurang produktif. Kurangnya mencetak gol pada lini serang Indonesia salah satu faktornya adalah gaya permainan Indonesia yang cenderung bertahan.
Sebelumnya, STY seringkali memainkan formasi 3-5-2 dengan tiga bek tengah serta menggunakan dua wingback yang bisa membantu menyerang atau bertahan. Ketika bertahan, formasi Timnas Indonesia berubah menjadi 5-3-2 dan memanfaatkan serangan balik.
Kedatangan Patrick Kluivert mungkin saja akan mengubah cara bermain tersebut, mengingat pria berusia 48 tahun itu pernah menimba ilmu di akademi Ajax yang dikenal dengan filosofi Total Football, ditambah dengan dua asistennya, yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat, yang memiliki pendekatan yang sama dengan Kluivert. Kemungkinan kita akan melihat wajah baru Timnas Indonesia yang akan menerapkan gaya permainan Total Football dengan menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1.
Gaya Permainan Total Football
Total Football adalah filosofi permainan sepak bola yang berfokus pada sistem dan struktur organisasi tim, serta pergerakan dan kebebasan pemain yang bertukar posisi selama di lapangan. Setiap pemain yang berpindah atau keluar dari posisinya harus ada pemain yang menggantikannya.
Total Football lahir di Ajax, Belanda, sekitar tahun 1970-an yang dikonsep oleh Rinus Michels, seorang pelatih legendaris sepak bola dunia. Filosofi ini kemudian dipopulerkan oleh penerusnya, Johan Cruyff, yang melakukan pengembangan dan mengubah sejarah sepak bola secara menyeluruh.
Konsep permainan Total Football berawal dari pemikiran tentang permainan posisi dalam sepak bola tradisional yang kaku dan memiliki peran tertentu. Visi permainan Total Football adalah untuk menciptakan tekanan kepada lawan secara terus-menerus, penguasaan bola, dan pergerakan pemain yang cair.
Dikutip dari Footballflick, terdapat beberapa prinsip penting bagi tim yang ingin menerapkan permainan Total Football:
Kesadaran Posisi: Para pemain diharapkan memahami tanggung jawab dan peran dari setiap posisi yang ada di lapangan. Sehingga, ketika dihadapkan dengan situasi tertentu, transisi dalam menyerang dan bertahan akan berjalan lancar.
Tekanan dan Transisi: Menekan pemain lawan dengan intensitas yang tinggi untuk merebut bola dengan cepat, kemudian melancarkan transisi menyerang ke pertahanan lawan.
Fleksibilitas Pemain: Para pemain harus mampu memainkan beberapa posisi atau beradaptasi dengan posisi rekan setimnya.
Tanggung Jawab Bersama: Permainan Total Football memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, pemain harus bertanggung jawab untuk mengambil keputusan yang benar dan bisa membaca arah permainan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
