Timnas Indonesia siap berjuang dengan sekuat tenaga di Piala AFF 2024. (Dok. PSSI)
JawaPos.com - Piala AFF 2024, atau yang dikenal dengan ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024, dikabarkan telah diakui oleh FIFA sebagai 'FIFA A Match'. Kabar ini bisa jadi menggembirakan sekaligus membuat Timnas Indonesia harus benar-benar serius menatap ajang kompetisi sepak bola antarnegara Asia Tenggara.
Piala AFF 2024 rencananya akan mulai bergulir pada Minggu (8/12). Ajang kontinental itu bakal berlangsung hingga pertandingan final yang dilaksanakan pada 5 Januari 2025.
Kejuaraan tingkat Asia Tenggara edisi ke-15 ini menggunakan format round robin, di mana dari 10 kontestan yang ada, dibagi menjadi dua grup. Nah, setiap tim akan memainkan dua pertandingan kandang dan dua pertandingan tandang. Sistem ini telah digunakan pada edisi 2018 dan 2022.
Pada Piala AFF 2024, skuad Garuda tergabung di Grup B dan akan bertempur untuk memperebutkan dua tempat ke semifinal dengan peserta lain seperti Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Laos.
Penyelenggaraan Piala AFF, yang bergulir di luar kalender resmi FIFA, membuat banyak pihak menganggap kejuaraan ini tak begitu krusial. Apalagi, poin untuk ranking FIFA yang didapat setiap kontestan juga tidak banyak.
Langkah itu yang membuat Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memanggil banyak pemain muda yang masih di bawah 22 tahun untuk masuk skuad di Piala AFF 2024. Hanya ada dua pemain senior yang dipanggil, yakni Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam Bahar.
Keputusan Timnas Indonesia bertolak belakang dengan peserta lain. Thailand dan Malaysia, misalnya. Mereka mengombinasikan pemain muda dan senior. Sementara Vietnam menurunkan kekuatan penuh alias semua pemain terbaiknya ikut serta.
Sehari jelang bergulir, Piala AFF 2024 dilaporkan telah mendapatkan pengakuan dari FIFA sebagai 'FIFA A Match' untuk ranking FIFA meski digelar di luar kalender resmi FIFA.
"FIFA telah resmi mengonfirmasi bahwa ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024, yang dijadwalkan berlangsung dari 8 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, akan diakui sebagai Pertandingan Internasional 'A' FIFA, dengan hasil yang berkontribusi pada Peringkat Dunia FIFA pada status Tier 1," tulis kabar yang disampaikan oleh akun X, theaseanball, Sabtu (7/12).
Untuk diketahui, FIFA A Match adalah komitmen FIFA untuk menstandarisasi dan meningkatkan kredibilitas perhitungan ranking FIFA.
"Pertandingan yang diklasifikasikan sebagai 'A' mencakup turnamen besar seperti Piala Dunia FIFA, Piala Konfederasi, UEFA Euro, dan Piala Asia AFC, yang mencakup babak kualifikasi dan final," terang akun tersebut.
Selain itu, pertandingan persahabatan dan turnamen khusus juga dapat disebut sebagai FIFA A Match dengan berbagai ketentuan penting.
Mulai dari timnas senior yang diturunkan, wasit dan asisten (hakim garis) harus merupakan wasit bersertifikat FIFA, pertandingan harus mematuhi peraturan FIFA, termasuk jeda minimal 48 jam antara pertandingan, hingga laporan pertandingan dan daftar pemain harus diserahkan ke FIFA dan AFC.
Dengan demikian, semakin banyak pertandingan 'A' yang dimenangkan, semakin banyak poin yang dapat diperoleh, yang berpotensi meningkatkan peringkat FIFA tim yang berpartisipasi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
