
Aryn Williams yang didapuk sebagai kapten Kingsway Olympic ketika mengalahkan Balcatta Etna 3-1. (Instagram/@olympic_kingsway_sc)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya pernah memiliki gelandang bertahan tangguh asal Australia, Aryn Williams. Kehadirannya pada 27 Agustus 2019 menjadi momen penting bagi Green Force dalam usaha memperkuat lini tengah pada putaran kedua Shopee Liga 1 Indonesia 2019.
Saat itu, bersama penyerang andalan David da Silva, Aryn Williams langsung diproyeksikan untuk memperkuat tim. Jika Da Silva sudah dikenal oleh Bonek-Bonita karena perannya sebagai top scorer di musim sebelumnya, Aryn Williams menjadi sosok yang memunculkan banyak pertanyaan di kalangan suporter.
Aryn Williams bukan pemain sembarangan. Lahir di Inggris, namun memiliki darah Australia, dia memulai karier profesionalnya di Inggris dan India. Sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya, Aryn Williams memperkuat Neroca FC di I-League India, klub yang dia bantu untuk finis kedua pada musim 2017/2018 dan keenam pada musim berikutnya.
Sebagai gelandang bertahan dengan kemampuan fisik dan teknis yang mumpuni, Aryn Williams tampil konsisten dalam 19 dari 20 pertandingan bersama Neroca, hanya absen sekali akibat akumulasi kartu. Tidak hanya kuat bertahan, dia juga mampu mencetak dua gol dan empat assist, menjadikannya salah satu gelandang yang komplet.
Bergabungnya Aryn Williams ke Persebaya Surabaya disambut antusias oleh manajemen dan pelatih. Selain bisa berperan sebagai gelandang bertahan, Aryn Williams juga mampu bermain sebagai bek tengah, posisi yang krusial mengingat banyaknya pemain bertahan Persebaya Surabaya yang dipanggil untuk memperkuat timnas.
Saat itu, timnas senior Indonesia memanggil tiga bek andalan Persebaya Surabaya. Sementara Rachmat Irianto dan Osvaldo Haay juga diprediksi akan memperkuat timnas U-23 dalam persiapan SEA Games 2019.
Kedatangan Aryn Williams di Surabaya langsung disambut dengan hangat. Setelah melalui beberapa tahap, mulai dari tes medis hingga penandatanganan kontrak, Aryn Williams pun resmi menjadi bagian dari Persebaya Surabaya. Nomor punggung 28 yang dia pilih merupakan refleksi dari tanggal lahirnya, menandakan awal baru dalam karier sepak bolanya di Indonesia.
Meskipun baru pertama kali bermain di Indonesia, Aryn Williams tidak merasa asing dengan rekan-rekan setimnya seperti Irfan Jaya, Osvaldo Haay, dan Otavio Dutra karena sebelumnya ia sudah mempelajari rekaman pertandingan Persebaya Surabaya.
Aryn Williams langsung bergabung dengan latihan pagi Persebaya Surabaya di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo, menunjukkan komitmennya untuk cepat beradaptasi dengan tim. Dia mengungkapkan kegembiraannya bisa bermain di Indonesia. Tidak hanya akrab dengan rekan satu tim, Aryn Williams juga menunjukkan ketertarikan pada budaya lokal.
Setelah sesi latihan pertamanya, dia bahkan ikut makan soto bersama para pemain lain, memperlihatkan sikap rendah hati dan keinginannya untuk menyatu dengan lingkungan barunya.
“Saya sudah mempelajari rekaman beberapa pertandingan Persebaya. Saya rasa saya tidak akan mengalami masalah untuk beradaptasi di tim ini,” papar Aryn Williams dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Namun, petualangan Aryn Williams di Persebaya Surabaya tidak bertahan lama. Setelah beberapa musim, dia melanjutkan kariernya di Australia, di mana dia kini memperkuat Kingsway Olympic, klub yang berlaga di National Premier Leagues Western Australia (NPLM).
Di sana, Aryn Williams berhasil mengukir sejarah baru. Pada 2024, Kingsway Olympic meraih gelar juara NPLM setelah mengalahkan Balcatta Etna dengan skor 3-1. Gelar tersebut menjadi yang pertama bagi Kingsway sejak 1980, sekaligus mengamankan trofi ketiga mereka sepanjang sejarah klub.
Dalam pertandingan penentuan melawan Balcatta Etna, Aryn Williams menunjukkan kualitasnya sebagai pemain bertahan yang tangguh. Ketika striker Balcatta, Ben Hinshelwood, hampir mencetak gol mudah, Aryn Williams melakukan clearance yang sangat krusial di dalam kotak penalti, menyelamatkan gawang Kingsway. Aksi-aksi Aryn Williams di lapangan memberikan kontribusi besar bagi Kingsway dalam menjaga keunggulan mereka hingga akhir pertandingan.
Pertandingan tersebut memang berlangsung ketat, terutama di babak pertama ketika Balcatta mampu menyamakan kedudukan melalui gol cantik Shogo Osawa yang memberikan umpan matang kepada Chris Harold.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
