
SAINGAN BERAT: Rizky Ridho jadi saingan berat Jordi Amat yang berpotensi kehilangan tempat di posisi utama Timnas Indonesia. (Instagram Jordi Amat)
JawaPos.com —Peluang Jordi Amat untuk menjadi starter di Timnas Indonesia semakin menipis. Bek berusia 32 tahun ini menghadapi pesaing baru dengan level permainan yang lebih tinggi dalam skuad Garuda.
Terakhir kali Jordi Amat membela Timnas Indonesia, kehadiran Jay Idzes belum terlihat. Namun, dengan performa cemerlang Idzes dalam beberapa pertandingan terakhir, posisi Amat sebagai starter kini berada dalam bayang-bayang ancaman.
Pada penampilan terakhirnya bersama Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, Jordi Amat membawa Merah Putih hingga babak 16 besar. Saat itu, Jay Idzes sudah memiliki status Warga Negara Indonesia (WNI), tetapi belum bisa bergabung karena melewati batas pendaftaran pemain untuk Piala Asia 2023. Dalam turnamen tersebut, Amat menjadi andalan di lini belakang meskipun tanda-tanda penurunan performa mulai terlihat.
Salah satu momen yang mencerminkan penurunan tersebut adalah saat laga ketiga melawan Jepang. Amat melakukan kekhilafan dengan menjatuhkan Ayase Ueda di dalam kotak penalti pada menit awal, memberikan keuntungan besar bagi lawan. Dengan usianya yang sudah mencapai 32 tahun, Amat juga berada di luar rentang usia pemain yang biasanya dipanggil oleh pelatih Shin Tae-yong, yang lebih sering memberi kesempatan pada pemain-pemain muda.
Pada agenda berikutnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret, Amat mengalami cedera dan tidak bisa dipanggil. Dua laga melawan Vietnam kemudian menjadi panggung bagi Jay Idzes untuk unjuk kebolehan. Dalam pertandingan tersebut, Idzes memberikan kontribusi besar dengan mencatatkan dua cleansheet dan satu gol, membawa Indonesia meraih kemenangan 1-0 dan 3-0 atas Vietnam.
Tiga bulan berselang, Amat sudah sembuh dari cederanya dan kembali dipanggil untuk agenda Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Juni mendatang. "Garuda memanggil, Amat senang," tulisnya di akun Instagram pribadinya. Namun, peluang eks bek Swansea City itu menjadi starter tak sebesar pada Januari lalu.
Performa Jay Idzes yang luar biasa di Serie B membuatnya menjadi pesaing berat bagi Amat. Bek berusia 23 tahun ini membawa performa level tinggi yang sulit disaingi oleh bek lain di skuad Garuda. Idzes juga sedang bersaing di jalur promosi Liga Italia, sehingga berpotensi tampil di Serie A musim depan, menambah nilai plus bagi dirinya.
Sementara itu, Jordi Amat telah meninggalkan Eropa sejak dua musim terakhir dengan bergabung dengan Johor Darul Takzim di Malaysia. Klub ini tidak memiliki lawan sepadan di liga domestiknya, yang membuat kompetisi di level klub tidak seketat liga-liga top Eropa. Hal ini tentu saja memengaruhi performa dan perkembangan Amat sebagai pemain.
Tidak hanya itu, tanda-tanda penurunan Amat sudah terlihat sejak pertandingan awal Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pada laga pertama melawan Irak, dia mencetak gol bunuh diri ke gawang Nadeo Argawinata. Pada laga kedua melawan Filipina, dia kehilangan bola yang menjadi penyebab gol Patrick Reichelt ke gawang Ernando Ari. Kesalahan-kesalahan ini tentu saja menjadi catatan penting bagi pelatih Shin Tae-yong dalam menentukan pilihan pemain di lini belakang.
Jika Shin Tae-yong mengutamakan usia dan performa terbaru, maka starter di sektor bek tengah kemungkinan besar adalah Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner. Ketiga pemain ini menunjukkan performa yang stabil dan potensial untuk menjadi andalan di lini belakang Timnas Indonesia.
Dalam hierarki bek tengah Timnas Indonesia, posisi Jay Idzes berada di puncak, diikuti oleh Justin Hubner, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Muhammad Ferarri. Keputusan untuk memilih starter tentu saja akan didasarkan pada performa, kondisi fisik, dan strategi yang diterapkan oleh pelatih Shin Tae-yong. Namun, dengan penampilan gemilang Jay Idzes dalam beberapa pertandingan terakhir, peluang Jordi Amat untuk menjadi starter semakin kecil.
Performa Jay Idzes di Serie B bersama klub Venezia membuatnya mendapatkan perhatian lebih. Dalam usia yang masih muda, Idzes menunjukkan ketenangan, kemampuan teknik yang baik, dan kepemimpinan di lini belakang. Kemampuannya dalam membaca permainan dan menjaga area pertahanan membuatnya menjadi pilihan yang sulit untuk diabaikan oleh Shin Tae-yong.
Sementara itu, Rizky Ridho, yang merupakan mantan pemain Persebaya Surabaya yang kini masih memperkuat Persija Jakarta, juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ridho dikenal sebagai bek yang tangguh dan konsisten. Pengalamannya bermain di Liga 1 Indonesia dan di level internasional bersama Timnas Indonesia U-23 membuatnya semakin matang. Kemampuannya dalam duel udara dan membaca permainan lawan menjadi nilai tambah yang membuatnya layak bersaing untuk posisi starter.
Justin Hubner, pemain muda lainnya, juga memiliki potensi besar. Meski masih berusia 20 tahun, Hubner menunjukkan kedewasaan dalam bermain dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat di berbagai situasi. Dengan kombinasi kemampuan teknik, fisik yang kuat, dan keinginan belajar yang tinggi, Hubner menjadi salah satu aset berharga bagi Timnas Indonesia.
Melihat kompetisi di lini belakang yang semakin ketat, Jordi Amat harus bekerja lebih keras untuk membuktikan kualitasnya. Meski memiliki pengalaman bermain di level yang lebih tinggi, usia dan penurunan performa menjadi tantangan besar bagi Amat. Di sisi lain, kehadiran pemain-pemain muda berbakat seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner memberikan harapan baru bagi masa depan lini belakang Timnas Indonesia.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
