
TOP: Kiprah Afdal Yusra merintis karier sebagai pemain sepak bola legendaris Semen Padang menunjukkan tekad kuat dan pantang menyerah untuk mencapai level terbaiknya. (Padang Ekspres)
JawaPos.com — Afdal Yusra, nama yang melekat erat dalam sejarah Semen Padang FC (SPFC), telah menjelma menjadi legenda hidup di dunia sepak bola Indonesia.
Dari awal kariernya sebagai pemain hingga kini sebagai seorang karyawan terhormat di PT Semen Padang, Afdal Yusra telah menorehkan jejak yang tak terlupakan.
Ditemui di ruang kerjanya di Unit Pengamanan PT Semen Padang oleh Padang Ekspres, Afdal Yusra berbagi kisah menarik tentang awal perjalanannya dalam dunia sepak bola. Sejak kecil, dia telah menunjukkan ketertarikannya pada olahraga tersebut.
Dengan semangat yang membara, Afdal Yusra mulai bermain sepak bola di berbagai lapangan terbuka di sekitar tempat tinggalnya di Padang, Sumatera Barat.
"Yang jelas, beliau punya penilaian sendiri. Saya pun sampai saat ini hanya ingat perkataan yang disampaikan Pak Suhatman Imam. Saat itu tahun 1986, beliau datang menemui saya di Lapangan Imam Bonjol, Padang. Beliau mengatakan 'Kamu Afdal, besok berangkat ke Semen Padang'. Hanya itu kata Pak Suhatman Imam kepada saya yang sampai saat ini masih saya ingat," kata Afdal Yusra dikutip dari Padang Ekspres edisi 2023.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Afdal Yusra melanjutkan ke SMP Negeri 6 Teluk Bayur dan bergabung dengan PS Mahcudum. Di sinilah bakatnya semakin terlihat, sehingga dia kemudian dipanggil untuk bergabung dengan tim PSP Padang Junior dan mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional.
"Rumah orang tua saya di Gauang itu dekat dengan pantai. Jadi, kalau tidak di tanah lapang, di pantai pun jadi. Kadang-kadang, juga di halaman rumah orang tua saya. Kebetulan, pekarangan halaman rumah cukup luas, dan bisa untuk main sepak bola. Bola yang kami pakai bola plastik," kenang pria kelahiran Padang, 5 Februari 1968, tersebut.
Namun, takdir seolah mempertemukannya dengan puncak kesuksesan ketika dia dipilih untuk bergabung dengan Semen Padang FC oleh pelatih Suhatman Imam pada 1986. Awalnya tidak tahu apa yang membuat Suhatman Imam tertarik padanya, Afdal Yusra menerima ajakan tersebut dengan penuh semangat.
"Usai Piala Suratin, saya ditarik ke Diklat PPLP Sumbar dan mengikuti turnamen sepak bola antar diklat se-Indonesia yang diadakan di Lapangan Imam Bonjol, Padang. Tim PPLP Sumbar meraih juara I. Tidak sampai satu tahun di PPLP, barulah saya ditarik ke SPFC pada 1986, dan ketika itu saya masih kelas 2 SMA Negeri 1 Padang," imbuhnya.
"Di masa ini, kegiatan saya sehari-hari, yaitu habis salat Subuh saya latihan secara mandiri dan itu diawasi oleh pelatih fisik. Kemudian, jam 06.30 pergi sekolah, dan pulang sekolah kembali latihan sore bersama teman-teman yang lain. Begitu setiap harinya sampai saya tamat SMA pada 1987," bebernya.
Bersama Semen Padang FC, Afdal Yusra meraih berbagai prestasi gemilang. Dari juara Piala Galatama hingga menjadi wakil Indonesia di Piala Winners Asia, Afdal Yusra terus menunjukkan dedikasinya dalam lapangan. Tidak hanya itu, dia juga dipanggil untuk mewakili berbagai tim nasional seperti pada Piala Raja U-21 dan PON XII.
"Di putaran ketiga, SPFC terpaksa mengakui keunggulan wakil Jepang Nissan Motors F.C. dengan agregat 2-12, setelah berhasil menang 2-1 di laga kandang," ungkap suami dari Hakim Tipikor Pengadilan Negeri Padang bernama Hj Emria Fitriani, SH, MH, itu.
Setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain profesional, Afdal Yusra tidak berhenti di situ. Dia melanjutkan kariernya sebagai pelatih dan berhasil meraih sukses pula dalam bidang tersebut. Namun, sepak bola bukanlah satu-satunya hal yang menghiasi hidupnya. Afdal Yusra juga memiliki karier yang cemerlang di PT Semen Padang, di mana dia diangkat sebagai karyawan setelah mempersembahkan berbagai prestasi dengan SPFC.
"14 tahun saya di SPFC, dan setelah gantung sepatu, saya pun mencoba berkarier sebagai pelatih mulai 2003 sampai 2008. Pada 2003, saya pun menjadi pelatih PSP-U18 di tingkat Sumatera yang digelar di Palembang. Tahun 2006, sebagai pelatih Tim Sepakbola Unand dan meraih juara I. Kemudian 2007, menukangi PS Semen Padang U-18 dan berhasil Juara I tingkat Sumbar. Tahun 2008, menjadi caretaker asisten pelatih PS Semen Padang," bebernya.
Meski kini telah memasuki dunia kerja, Afdal Yusra tetap setia pada cintanya dengan sepak bola. Dia masih aktif bermain setidaknya sekali seminggu, menunjukkan bahwa passion-nya terhadap olahraga tersebut tidak pernah pudar. Bahkan, keberhasilannya di lapangan juga telah membuka jalan baginya untuk meniti karier di luar lapangan sebagai seorang staf di PT Semen Padang.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
