
BERJIBAKU: Penjaga gawang Indonesia Ikram Al Giffari bekerja keras sepanjang pertandingan untuk menjaga gawangnya dari serangan pemain Ekuador U-17.
JawaPos.com – Kemenangan gagal diraih Indonesia U-17 dalam laga pembuka Piala Dunia U-17 kemarin. Garuda Asia hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Ekuador U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Tapi, hasil imbang itu disyukuri oleh pelatih Indonesia U-17 Bima Sakti.
’’Ini hasil kerja keras pemain. Laga perdana memang terasa berat. Tapi, mudah-mudahan kami bisa perbaiki lagi dalam laga selanjutnya,’’ kata pelatih 46 tahun itu.
Dalam laga tadi malam, Garuda Asia unggul lebih dulu melalui Arkhan Kaka pada menit ke-22. Tapi, setelah itu Ekuador U-17 tampil lebih dominan dan menyamakan skor melalui tandukan Allen Obando enam menit berselang.
Bahkan, tuan rumah kembali kebobolan pada menit ke-44. Jair Collahuazo mencocor bola dan masuk ke gawang. Beruntung, gol tersebut dianulir. Setelah melihat video assistant referee (VAR), wasit menyatakan Jair dalam posisi offside. Kiper Indonesia U-17 Ikram Al Giffari sempat deg-degan.
’’Saya sempat khawatir karena kebobolan gol kedua. Tapi untungnya VAR membatalkan gol itu. Saya lihat posisi pemain mereka memang offside,’’ terangnya.
Bima menyatakan bakal memperbaiki performa tim untuk menyongsong laga kedua kontra Panama U-17 (13/11). Kekuatan La Toja Muda juga sudah dipelajari ketika mereka kalah 0-2 oleh Maroko U-17 kemarin.
’’Sudah ada tim pelatih yang memantau langsung pertandingan itu. Kami sudah tahu kekuatan Panama. Mereka tim kuat. Dan hasil pantauan tim pelatih akan kami sampaikan ke pemain besok (hari ini),’’ tambah Bima.
Hasil seri melawan salah satu wakil dari Amerika Latin itu juga disambut gembira oleh Presiden Jokowi. ’’Dengan hasil ini kita sudah mendapat satu poin. Itu harus diapresiasi karena peringkat Indonesia dan Ekuador terpaut jauh. Yang satu 38 yang satu 145,’’ ujar Presiden Jokowi setelah laga di Stadion Gelora Bung Tomo tadi malam.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga mengapresiasi perjuangan Arkhan Kaka dkk. Menurut Erick, semangat Hari Pahlawan kemarin di Kota Pahlawan menjadi inspirasi untuk mencetak sejarah.
’’Alhamdulillah tepat di Hari Pahlawan dan stadion yang memakai nama Bung Tomo, anak-anak menunjukkan semangat tak mau kalah. Hari bersejarah ini alhamdulillah kita meraih hasil yang bersejarah bagi sepak bola Indonesia yang merebut poin pertamanya di Piala Dunia,’’ ujar Erick setelah pertandingan kemarin (10/11). (gus/c17/ali)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
