
SIAP AKHIRI DAHAGA GELAR: Indra Sjafri sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Thailand U-22 di babak final SEA Games 2023 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, malam nanti.
JawaPos.com – Sebagai pelatih tim nasional, Indra Sjafri beberapa kali menangani tim kelompok umur. Torehannya tidak bisa dipandang sebelah mata. Pelatih asal Sumatera Barat itu membawa timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 edisi 2013.
Pada 2019, giliran trofi Piala AFF U-22 yang dibawa pulang tim asuhannya. Dan, yang masih hangat, Indra sukses mengomando timnas U-22 untuk merebut medali emas sepak bola SEA Games 2023 di Kamboja. Mengakhiri penantian panjang skuad Garuda yang puasa gelar di ajang SEA Games selama 32 tahun. Sementara itu, di level klub, Indra pernah menukangi satu klub. Yakni, Bali United.
Saat ini di PSSI, Indra sebenarnya masih menjabat direktur teknik. Dia memimpin tim ke SEA Games lantaran berbagi tugas dengan Shin Tae-yong yang menangani timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 yang penyelenggaraannya hampir berbarengan. Belakangan, event itu batal dihelat di Indonesia.
Menurut pelatih sepak bola nasional Bambang Nurdiansyah, dengan raihan yang ada, Indra dinilai lebih tepat untuk tetap menukangi timnas U-22. "Saya pikir, baik sebagai pelatih maupun direktur teknik PSSI, dua-duanya sama-sama dibutuhkan. Tapi, melihat rekam jejak, lebih baik Indra tetap di posisi pelatih," ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (17/5).
Dengan demikian, Banur –sapaan karibnya– berharap tugas Shin Tae-yong di timnas lebih mudah. Pelatih asal Korea Selatan itu tinggal berfokus pada timnas senior. "Yang terpenting, visinya sama," tegasnya.
Harapan Banur setelah SEA Games 2023 Kamboja bukan cuma itu. Dia juga berharap skuad timnas SEA Games 2023 dipertahankan untuk ajang internasional berikutnya. Pada 12–18 September, Indonesia akan mengikuti kualifikasi Piala Asia U-23 2024. Dan, Indonesia ditunjuk untuk menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara kualifikasi.
"Anak-anak ini masih muda. Kalau ada event U-23 berikutnya, kenapa tidak pakai mereka saja. Saya pikir mereka sangat punya potensi untuk lebih berkembang," ungkap mantan pelatih PSIS Semarang dan direktur teknik RANS Nusantara FC itu.
Lalu, bagaimana tanggapan PSSI? Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi menyatakan, kebijakan sepenuhnya ada di tangan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. "Jadi, silakan bertanya ke ketua umum," ucap Yunus.
Sementara itu, Indra Sjafri enggan berspekulasi terkait masa depannya sebagai pelatih timnas U-22 setelah SEA Games 2023. Setelah SEA Games, Indra kembali menjalani peran sebagai direktur teknik PSSI. "Saya menjalani tugas yang diberikan. Setelah itu, biar Tuhan yang menentukan," katanya.
Di sisi lain, setelah keberhasilan timnas U-22 Indonesia merebut emas SEA Games 2023, muncul harapan agar kualitas kompetisi dalam negeri semakin ditingkatkan. Sebab, kompetisi yang baik akan berbanding lurus dengan prestasi timnas. "Itu terbukti di SEA Games 2023. Pemain yang menonjol di timnas adalah para penggawa yang bermain reguler di klubnya masing-masing," tutur pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso. (fiq/gus/c18/fal)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
