Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Desember 2016 | 22.41 WIB

Jadwal Pertandingan Jangan Lagi Kejar Tayang dan Main Malam

BINTANG: Evan Dimas merupakan salah satu pemain yang moncer di Indonesia Soccer Championship. - Image

BINTANG: Evan Dimas merupakan salah satu pemain yang moncer di Indonesia Soccer Championship.

JawaPos.com- Nun di Serui sana, para pemain dan pelatih Arema Cronus gelisah. Jadwal kepulangan mereka dari kota di Papua itu tertunda karena cuaca buruk. Padahal, laga berikutnya di Banjarmasin sudah menunggu.



”Akhirnya, untuk menghemat waktu dan tenaga, kami memutuskan tidak pulang ke Malang, tapi langsung ke Banjarmasin,” kata Milomir Seslija, pelatih Arema.



Jadwal memang salah satu yang dikeluhkan Milo –sapaan akrab Milomir Seslija– dari perhelatan Indonesia Soccer Championship (ISC) yang berakhir Minggu lalu (18/12). Jadwal yang padat, ditambah dengan luasnya wilayah geografis Indonesia, tak hanya berdampak pada fisik pemain, tapi juga kondisi psikologis.



”Kami nyaris tidak pernah bisa menurunkan komposisi terbaik. Padahal, ini (ISC, Red) berjalan cukup fair dan seru hingga juara harus ditentukan di pekan terakhir,” ucap eks direktur teknik Barito Putera itu.



Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman sepakat dengan Milo. Menurut dia, jadwal menjelang berakhirnya ISC sangat terkesan ”kejar tayang”. ”Itu tak boleh terulang di kompetisi resmi musim depan. Efeknya bisa berantai terhadap tim,” ujar Djadjang.



ISC yang dijuarai Persipura Jayapura memang menjadi perhelatan pertama sekaligus terakhir. Selanjutnya, kompetisi resmi yang terakhir digelar pada 2014 kembali diputar.



Menurut Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, PSSI akan memutuskan soal kompetisi itu bulan depan. ”Selain format kompetisi, juga akan kami tentukan jumlah pemain asing serta nama dari kompetisi kasta tertinggi musim depan,” kata Joko.



Hingga pekan ke-22, TSC sebenarnya berjalan sesuai ”irama”, yakni Jumat hingga Senin setiap pekan. Namun, memasuki pekan ke-23, jadwal TSC kian mampat. Itu merupakan imbas liburnya ajang tersebut saat PON (Pekan Olahraga Nasional) digelar pada September. Akibatnya, jadwal pertandingan seakan ”kejar tayang”.



Memasuki pekan ke-23, jadwal terasa seperti maraton. Setelah pekan ke-22 diakhiri dengan laga PSM melawan PS TNI (10/10), pekan ke-23 dimulai bukan pada hari Jumat, melainkan Rabu (12/10) dengan derby Kaltim sebagai pembuka, yakni PBFC versus Mitra Kukar.



Hasilnya bisa ditebak. Tim menjalani semakin banyak pertandingan, sedangkan waktu recovery kian sedikit. Sebagai perbandingan, untuk menyelesaikan pekan pertama hingga pekan ke-22 alias sebelum libur PON, dibutuhkan waktu sekitar 4,5 bulan. Sedangkan untuk menyelesaikan 12 pekan, terhitung sejak pekan ke-23 hingga pekan pemungkas, waktunya dua bulan saja.



”Pemain sangat lelah. Kami harus menjalani empat pertandingan hanya dalam rentang 18 hari di bulan Desember. Akibatnya, mereka jadi rentan cedera,” kata pelatih Madura United Gomes de Olivera.



Tim nasional (timnas) Piala AFF juga terkena dampaknya. Pelatih timnas Alfred Riedl hanya bisa memanggil maksimal dua pemain per klub. Itu pun, beberapa klub sempat ”membangkang” dengan melarang pemainnya bergabung dengan skuad Garuda.



Itu jelas tak boleh terulang di musim depan. Pengelola liga harus bisa menyinergikan kepentingan klub dengan kepentingan timnas. Baik senior maupun kelompok umur. Apalagi, tahun depan dihelat SEA Games yang bakal diikuti para pemain U-22.



Pelatih Semen Padang Nil Maizar juga mengkritik jadwal main malam di ISC. ”Terutama untuk jadwal pertandingan yang baru mulai jam sembilan malam atau setengah sepuluh malam. Tentu itu tidak akan ideal untuk kesehatan mereka yang beraktivitas tinggi di lapangan,” katanya.



Senada dengan Nil, bintang Persib Atep Rizal menyebut jadwal yang sangat ketat bisa membuat pemain tidak dapat mencapai peak performance. ”Banyak pemain muda yang mulai unjuk gigi. Akan sangat disayangkan bila mereka harus sering cedera bila dihadapkan pada jadwal yang terlalu ketat,” kata kapten Persib itu.

Editor: Fim Jepe
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore