JawaPos Radar | Iklan Jitu

PSM Inginkan Pelatih Jujur, Bukan Boneka Mafia Bola

14 Januari 2019, 07:50:59 WIB
PSM Makassar, Munafri Arifuddin, Liga 1 2019
CEO PSM, Munafri Arifuddin, menegaskan pihaknya menginginkan pelatih yang jujur dan tegas serta tak terkait mafia bola (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – PSM Makassar dilamar belasan pelatih setelah Robert Rene Alberts memutuskan mundur dengan alasan kesehatan. Hanya saja, manajemen tak mau gegabah dalam menentukan pengganti pria asal Belanda tersebut.

Faktor kesehatan menjadi alasan utama Robert Alberts meninggalkan Makassar. Tak berselang lama setelah keputusan itu muncul, PSM dibanjiri lamaran dari banyak pelatih.

"Kami banyak disodori pelatih. Kira-kira ada 12 hingga 14 nama pelatih yang muncul," kata CEO PSM, Munafri Arifuddin dalam konferensi pers di Makassar, Minggu (13/1) malam.

Kendati memiliki banyak opsi, PSM tak mau terburu-buru untuk menentukan pengganti Roberts Alberts. “Kami tinggal mencari yang cocok dan tepat. Sebab tidak semua pelatih yang dianggap bagus, cocok di PSM,” sebut Munafri.

PSM punya dua langkah pilihan. Pertama, mencari pelatih asing yang belum pernah bersinggungan dengan sepak bola Indonesia. Kedua, PSM bisa menunjuk pelatih yang sudah berpengalaman dengan sepak bola Indonesia atau Asia Tenggara.

“Pelatih baru harus punya karakter yang kuat. Bukan hanya menjadi pelatih, dia bisa menjadi manajer dalam tim yang dia pimpin. Pelatih yang bisa menjadi sosok pengayom bagi tim,” harapnya.

Munafri juga menginginkan sosok pelatih yang bersih. Pelati yang jujur dan tidak bersentuhan dengan tangan-tangan mafia bola. Pelatih PSM juga tidak diperbolehkan meminta upeti kepada pemain yang dia datangkan ke Juku Eja.

“Saya tidak mau pelatih yang berhubungan dengan mafia. Saya mau pelatih tegas dan punya karakter,” tegas Munafri.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : Muhammad Syafaruddin

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up