JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kasus Mafia Bola, Bendahara PSSI Jalani Pemeriksaan

14 Januari 2019, 13:49:43 WIB
Kasus Mafia Bola, Bendahara PSSI Jalani Pemeriksaan
Bendahara Pengurus Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlington Siahaan Berlington memenuhi pemanggilan kedua tim penyidik (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bendahara Pengurus Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlington Siahaan Berlington memenuhi pemanggilan kedua tim penyidik. Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan tim penyidik Satgas Antimafia Bola di Ditkrimum Polda Metro Jaya, Senin (14/1).

Ketua Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol. Argo Yuwono membenarkan bahwa Berlington sedang menjalani pemeriksaan di Ditkrimum Polda Metro Jaya. Yang bersangkutan tiba di ruangan penyidik ditemani pengacaranya sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelumnya, bendahara PSSI itu mangkir saat pemanggilan pertama penyidik pada Selasa (8/1) lalu.

"Ya, yang bersangkutan sudah tiba di Polda, dan sedang menjalani pemeriksaan," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (14/1).

Sebelumnya, Bendahara PSSI itu diharuskan memenuhi panggilan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. Berlington dipanggil menjadi saksi atas laporan oleh mantan manajer klub Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani soal dugaan pengaturan skor dalam ajang Liga 3 Indonesia 2018.

Laporan tersebut diterima Ditreskrimum Polda Jabar pada 19 September lalu dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/ DITRESKRIMUM.

Argo menjelaskan, pemanggilan kepada Berlington Siahaan itu merupakan salah satu dari rangkaian penyidikan oleh tim Satgas Antimafia Bola yang saat ini masih berjalan. Pemanggilan Bendahara PSSI termasuk bertujuan mengusut keterlibatan para tersangka mafia pengaturan skor yang sudah ditahan di Polda Metro Jaya.

"Perkembangan kasus ini, kami memanggil kepada Bendahara PSSI. Yang bersangkutan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi Selasa," ujarnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian sudah menyeret enam nama yang terlibat dalam pengaturan skor. Keenam nama tersebut yaitu, Anggota Komisi Disiplin PSSI, Dwi Irianto (Mbah Putih), Anggota Exco sekaligus Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng, Mantan Komite Wasit, Priyanto, berserta anaknya, Anik Yuni Artika Sari, pemilik klub PS Mojokerto Putra (PSMP), Vigit Waluyo, dan terakhir, oknum wasit Nurul Safarid.

Para tersangka dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan, Pasal 5 juncto Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Wildan Ibnu Walid

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini