JawaPos Radar | Iklan Jitu

Piala Indonesia 2018-2019

Laga Kontra Persebaya Hanya Satu Leg, Suporter Persinga Kecewa

13 Februari 2019, 10:45:59 WIB
Persebaya Surabaya, Persinga Ngawi, Piala Indonesia, Pastimania, Djadjang Nurdjaman
Para pemain Persinga saat melakoni latihan. Mereka hanya sekali saja tanding lawan Persebaya dan membuat fans mereka kecewa (WS Hendro/Radar Madiun)
Share this

JawaPos.com - Pertandingan Persebaya Surabaya kontra Persinga Ngawi, Sabtu (16/2) akan menjadi satu-satunya laga di babak 32 besar Piala Indonesia yang dilaksanakan satu leg. Meski akhirnya mendapatkan kejelasan, namun keputusan PSSI itu ternyata mendapat kritikan dari kelompok suporter.

Maklum saja, dengan hanya menggelar satu leg, PSSI melanggar regulasi yang dibuat. Mereka tak mengindahkan pasal 12 tentang regulasi teknis babak 32 besar dan pasal 8 ayat 7 tentang jadwal laga. Pastimania - julukan fans Persinga, menjadi yang paling terpukul atas keputusan itu.

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Pastimania Zaenal Arifin tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dia menilai dihapusnya leg pertama di kandang Persinga cukup membuat mereka mengelus dada.

Persebaya Surabaya, Persinga Ngawi, Piala Indonesia, Pastimania, Djadjang Nurdjaman
Hansamu senang karena bisa melakoni debut bersama Persebaya (Official Persebaya)

“Ya jelas dirugikan. Tim kami yang harusnya main di kandang malah tidak bisa. Jujur kami kecewa,” tegas Zaenal.

Apalagi, Persebaya adalah tim besar. Jadi, Pastimania sudah menunggu kedatangan skuad Green Force. “Ya setidaknya kalau main di kandang kan pemain kami bisa memberi sedikit perlawanan. Walaupun tak ada pemain bintang, tapi kan pasti ada semangat lebih kalau main di Ngawi,” tegasnya.

Meski begitu, Pastimania berencana berangkat away ke Surabaya. “Tapi ini masih kami koordinasikan dulu,” tambah Zaenal.

Karena akan kedatangan tamu, Bonek siap menyambut. Hubungan kedua supporter tetap adem. Pentolan Bonek, Tubagus Dadang Kosasih sadar apa yang dirasakan pihak Pastimania. “Cuma kami kan belum tahu berapa banyak jumlahnya yang datang,” tegasnya kepada Jawa Pos.

Meski berhubungan baik, tapi Dadang punya pandangan lain soal laga satu leg. Dia menilai PSSI sudah mengambil langkah yang keliru. “Karena kalau mau tegas, harusnya Persinga sudah kalah WO,” kata pria asli Kabupaten Malang itu.

Karena itu, dia berharap ke depan pihak federasi bisa bersikap tegas. Karena laga yang ditunda sampai empat kali juga sempat membuat kedua tim kebingungan. Meski demikian, pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman enggan memusingkan hal itu.

“Apapun regulasi yang ditetapkan operator, ya kami akan ikut,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu. Karena itu, dia hanya fokus mempersiapkan tim.

Di sisi lain, karena sudah ada kejelasan, bek anyar Persebaya, Hansamu yama cukup gembira. Sebab, dia berpotensi melakoni debut saat bentrok kontra Persinga. Apalagi, kans bagi pemain 23 tahun itu untuk tampil cukup besar. Dalam latihan, dia dijajal sebagai stopper berduet dengan Otavio Dutra.

“Jelas sangat senang ya. Apalagi saya Bonek dan akan didukung oleh Bonek. Pastinya bangga,” tegas mantan penggawa Barito Putera itu.

Selain Hansamu, Dutra juga kemungkinan besar bisa tampil. Meski baru melakoni latihan penuh sebanyak tiga kali, tapi Djanur menilai kondisi fisik Dutra cukup oke. “Perkembangannya sangat bagus. Mungkin karena dia juga sudah lama main di Indonesia. Artinya sangat mungkin (Dutra) diturunkan,” imbuh Djanur.

Editor           : Edy Pramana
Reporter      : gus

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up