JawaPos Radar | Iklan Jitu

Merasa Jadi Korban Mafia, Persijap Siap Serahkan Bukti ke Satgas

12 Januari 2019, 17:05:59 WIB
persijap jepara
Presiden Persijap Jepara, Esti Puji Lestari mengaku sudah lama berteriak soal dugaan mafia bola. (Femi Noviyanti/Radar Kudus)
Share this

JawaPos.com - Kemunculan Satgas Antimafia Bola bentukan Kepolisian RI membuat sejumlah klub mulai berani bicara soal dugaan penganturan skor. Kini, Persijap Jepara siap jadi saksi dan memberi bukti adanya upaya pengaturan skor yang dilakukan para mafia bola Indonesia.

Seperti diketahui, Persijap memang dikerjai habis-habisan pada Liga 2 2017 lalu. Di antaranya menelan empat kekalahan beruntun di babak penyisihan Grup 3 Liga 2 2017. Sejatinya, manajemen Persijap sudah ingin melaporkan segala kejanggalan itu. Namun, mereka memang baru saat ini merasa yakin dan percaya diri melaporkan kejanggalan tersebut kepada Satgas Antimafia Bola.

“Tim pengacara saya memang bilang agar menahan diri dulu. Karena kan saya orang baru di sepak bola Indonesia,” kata Presiden Persijap, Esti Puji Lestari kepada Jawa Pos.

Nah, Esti yakin Satgas Antimafia Bola bisa mengusut tuntas segala keluhannya. Bahkan, Jumat (12/1) kemarin, Esti dihubungi langsung oleh Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Krishna Murti.

“Beliau bilang silakan lapor kalau memang ada bukti. Bisa percakapan telepon atau video, itu sudah bisa dijadikan alat bukti. Lalu saya bilang, oke. Saya siap (membuat laporan),” tutur Esti.

Esti pun bergerak cepat. Segala bukti sedang dia siapkan. Esti bahkan meminta seluruh ofisial yang terlibat pada musim 2017 untuk bekerja. “Saya juga sudah minta ke media officer untuk menyiapkan seluruh DSP pada musim 2017 lalu,” katanya.

Selain itu, dia juga sudah menyiapkan beberapa bukti lain yang ada di tangannya. “Ada percakapan melalui WhatsApp dan beberapa video,” tambah Esti.

Pihaknya juga sudah menyiapkan tim pengacara. Nantinya, Esti akan didampingi tim pengacaranya saat memberikan laporan ke pihak Satgas Antimafia Bola. Saat ini tim pengacara terus bekerja untuk mengumpulkan segala bukti dan kemudian diserahkan ke Satgas.

Esti memang belum bisa membuka bukti untuk laga mana yang akan diserahkan. “Saya belum bisa bilang, yang pasti laga tahun 2017,” sebutnya.

Soal memberi laporan ke Satgas, Esti tak ingin gegabah. Dia ingin memastikan seluruh bukti cukup kuat dan tersusun rapi.

“Saya ingin membuat kronologinya seperti apa. Saya tidak mau dibilang nanti cari-cari momen. Padahal dulu saya teriak-teriak soal ini (pengaturan skor), nggak ada yang menanggapi,” terangnya.

Tapi, sebelum membuat laporan, Esti juga ingin memastikan seluruh timnya bersih. Termasuk para penggawa yang membela Persijap di musim 2017. “Karena saya nggak ingin nantinya laporan ini malah jadi bumerang. Tapi kalau pemain, saya yakin semuanya bersih,” tutupnya. 

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : (gus)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini