JawaPos Radar | Iklan Jitu

Liga 1 2018

Tak Bisa Jajal Rumput SUGBK, Mitra Kukar Berusaha Legawa

07 Desember 2018, 16:36:22 WIB | Editor: Agus Dwi W
mitra kukar
Rahmad Darmawan lebih memilih fokus untuk persiapkan timnya melawan Persija. (Donny Aditya/Kaltim Post)
Share this

JawaPos.com - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) boleh dibilang selalu sibuk dengan kegiatan. Bukan hanya sekadar kegiatan sepak bola, tapi berbagai event lain yang tak ada kaitannya dengan olahraga. Kondisi ini berimbas kepada persiapan Persija Jakarta dalam menjamu Mitra Kukar, Minggu (9/12) lusa.

Seharusnya, satu hari sebelum laga tim tamu mendapat kesempatan menjajal lapangan yang akan digunakan bertanding. Namun, untuk laga pada pekan pamungkas Liga 1 2018 ini, Mitra Kukar tak bisa melakoni Official Training (OT). 

Pasalnya, pada hari tersebut, SUGBK dipakai untuk kegiatan keagamaan besar. Praktis kondisi lapangan sama sekali tidak bisa digunakan untuk berlatih. Baik oleh Mitra Kukar maupun tuan rumah Persija.

Hal ini memang tidak melanggar Regulasi Liga 1. Tapi, sejatinya tim tamu berhak mencoba lapangan yang akan dipakai untuk pertandingan. Apalagi, selama ini Mitra Kukar belum pernah menjajal SUGBK. Naga Mekes sendiri akan memakai Lapangan ABC, Senayan pada Sabtu (8/12) untuk latihan H-1 jelang melawan Persija.

Tidak adanya OT di SUGBK kontan memantik kritikan dari pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts. Dia heran tentang diizinkannya Persija menggunakan SUGBK, meski berdekatan dengan acara keagamaan. Di luar itu, tidak adanya OT di stadion tempat bertanding juga membuatnya heran.

’’Saya mendapat informasi Mitra Kukar tidak bisa latihan resmi, karena pada hari yang sama ada event. Regulasi menyatakan, tim tandang harus latihan resmi satu hari sebelum bertanding di tempat pertandingan. Kalau seperti ini, untuk apa regulasi itu dibuat,’’ ungkapnya kecewa.

Namun, pihak Mitra Kukar sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut. Seperti yang dikatakan oleh pelatih Rahmad Darmawan. Pria yang akrab disapa RD itu tidak mau dipusingkan masalah tanpa OT di SUGBK.

’’Itu tidak berpengaruh kinerja tim, ya apa boleh buat. Situasi yang memaksa untuk tidak bisa melakukan OT,’’ terangnya.

Yang jelas, bukan hanya timnya saja yang tidak bisa OT di stadion, tuan rumah Persija juga merasakan hal yang sama. Bedanya memang Macan Kemayoran sudah sering memakai SUGBK bertanding. Lebih mengerti bagaimana situasi rumput dan kondisinya. ’’Saya pribadi ingin fokus ke pertandingan saja,’’ imbuh RD.

Bagi eks pelatih Sriwijaya FC ini, laga melawan Persija itu hidup mati. Timnya tidak boleh kalah jika benar-benar ingin bertahan di Liga 1 musim depan. RD menegaskan anak asuhnya sedang dalam kondisi baik dan bersemangat untuk bisa menang dan bertahan di kasta tertinggi Liga 1.

’’Kami masih punya peluang bertahan di Liga 1. Saya meminta anak-anak maksimal di laga terakhir, pantang menyerah,’’ harapnya. 

Sekadar info, ini bukan pertama kali Persija ‘memaksakan’ diri bermain di SUGBK. Melawan Persela Lamongan pada 20 September lalu, hal yang sama juga pernah terjadi. Bahkan, pelatih Persela Aji Santoso sempat bercanda kalau akan melawan Persija di Lapangan ABC.

’’Lah ini tidak biasa, OT harusnya ya di stadion tempat pertandingan, ini di Lapangan ABC. Berarti ya main di sini,’’ celetuknya pada 19 September lalu ketika OT lantas tertawa.

(rid)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up