JawaPos Radar | Iklan Jitu

Curhat Edy Rahmayadi, Merasa Di-bully Hingga Enggan Mundur dari PSSI

07 Desember 2018, 04:05:59 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Edy Rahmayadi, Ketum PSSI, PSSI, Sepak Bola Indonesia
Edy Rahmayadi berbicara kepada wartawan di Medan terkait jabatannya sebagai Ketum PSSI (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi memastikan tidak akan mundur dari kursi Ketua Umum PSSI. Dia tetap akan memimpin PSSI hingga akhir masa jabatannya. Itu ditegaskannya saat menggelar pertemuan dengan awak media, Rabu (5/12). Gubernur Sumatera Utara itu membeberkan semua alasan tidak akan mundur.

"Sampai titik darah penghabisan saya akan laksanakan tugas amanat rakyat, PSSI agar berkibar di Nusantara," kata Edy.

Edy tetap berkomitmen akan membangkitkan kembali gairah persepakbolaan Indonesia. Bahkan dia menargetkan Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. Edy juga sudah menyiapkan program hingga 2045. Kelak ketika tak lagi menjabat, penggantinya tinggal menjalankan programnya.

Edy Rahmayadi, Ketum PSSI, PSSI, Sepak Bola Indonesia
Edy Rahmayadi juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Edy juga mencurahkan kekesalannya karena merasa di-bully. Tagar #EdyOut sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu. Dia berkisah anak buahnya sempat menangkap seseorang yang memasang poster bertuliskan #EdyOut di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Medan.

Agaknya dia kecewa terus-terusan mendapat tekanan. Khususnya kepada publik Sumatera Utara yang dianggap ikut menekannya. Dia juga kesal dengan awak media yang terus memburunya dengan pertanyaan seputar PSSI.

"Tulis, mau apapun yang mau ditulis silakan. Saya serius ini ngomongnya. Ada yang sedih saya, saya anak Sumatera Utara dan saya Gubernur Sumatera Utara. Anak Sumatera Utara pula yang mem-bully saya. Ini yang saya enggak senang ini," bebernya.

Dia juga bercerita bagaimana saat maju mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI. Lawannya adalah seniornya sendiri di militer, Moeldoko.

"Saat saya diperintahkan untuk menjadi ketua PSSI oleh Bapak Presiden, saya ngomong ke beliau. Saya bersedia pak. Tapi, jangan disangkutpautkan dengan politik. Saya siap bertarung untuk menjadi ketua PSSI. Ternyata, lawannya tak tahunya senior saya sendiri," ungkapnya.

Sebulan menjadi Ketum PSSI, Edy diminta mundur. Sama seperti sekarang saat Timnas Indonesia gagal di ajang Piala AFF 2018. Permintaan Edy mundur kembali menggema.

"Sampai sekarang. Dan ikutlah wartawan-wartawan yang ada sebagian saya tak tahu ketua PWI. Ini ulah siapa?. Kok kalian pula urusan saya diurusi dengan urusan PSSI. Saya tak ngerti," ungkapnya lagi.

Pertemuan pada Rabu (5/12) dengan para wartawan memang digelar untuk membahas PSSI. Edy mengaku sudah terlalu banyak menerima telepon hingga meladeni langsung awak media yang menanyainya soal PSSI. "Makanya saya pengin ketemu sekarang. Sudah saya kasih tahu nanti ini. Tolong jangan tanya-tanya lagi," pintanya.

Mantan Pangkostrad itu merasa selama ini banyak pemberitaan yang memutarbalikkan fakta. Sehingga membuat dia kecewa. Edy juga membeberkan sifat tegasnya sudah ada sejak lahir. Pun begitu, hatinya tetap baik.

"Sombongkah saya? Suka hati mau kalian bilang sombong. Memang sombong inilah yang tinggal saya punyai. Yang lain tak punya lagi saya. Udah ditelanjangi nggak karu-karuan. Nggak stroke pun dibilang stroke saya. Apa-apalah kalian bilang. Kayak nggak takut kalian masuk neraka," tandasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Edy memaparkan data soal kondisi persepakbolaan Indonesia. Kondisinya disebutnya sangat memprihatinkan dibanding dengan negara lainnya. Edy tetap bertekad untuk memperbaiki segala kekurangan di persepakbolaan tanah air.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up