
Pieter Huistra. (Istimewa)
JawaPos.com - Menutup putaran kedua Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026, PSS Sleman harus puas berada di posisi ketiga klasemen sementara.
Hasil tersebut memang belum sepenuhnya sesuai dengan target awal klub yang ingin bersaing di papan teratas.
Meski begitu, jarak poin yang sangat tipis membuat situasi klasemen masih terbuka lebar untuk dikejar pada fase berikutnya.
Saat ini, PSS Sleman hanya terpaut satu poin dari pemuncak dan runner-up klasemen. Kondisi itu dinilai Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, masih berada dalam jalur yang aman dan kompetitif.
Menurutnya, posisi ketiga justru memberi keuntungan tersendiri jika melihat peta persaingan dan jadwal pertandingan yang akan dihadapi ke depan.
“Jadi, saya melihat perolehan poin dan juga pertandingan-pertandingan yang akan datang. Secara jujur, jika melihat jadwal yang ada, berada di posisi ketiga justru lebih menguntungkan dibandingkan posisi pertama,” ujar Pieter Huistra usai sesi latihan sore di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Kamis (5/2/2026) dikutip dari pssleman.id.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan realistis yang diambil manajemen PSS. Fokus utama bukan hanya pada posisi klasemen saat ini, tetapi juga kesiapan tim dalam menghadapi putaran ketiga yang akan menjadi penentu.
Dengan jadwal yang masih menyisakan banyak laga krusial, PSS memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan menjaga konsistensi performa.
Lebih lanjut, Pieter menegaskan bahwa target akhir tim tidak berubah. PSS Sleman tetap membidik posisi puncak klasemen saat kompetisi memasuki fase penutupan putaran ketiga.
Ia menilai sembilan pertandingan tersisa sebagai kesempatan sekaligus tantangan besar yang harus dijawab dengan kerja keras.
“Namun tentu saja target kami tetap jelas, yaitu menjadi nomor satu. Kami masih memiliki sembilan pertandingan untuk mencapai posisi tersebut. Itulah tantangan yang kami hadapi sekaligus tujuan yang ingin kami capai,” lanjutnya.
Jarak poin yang masih sangat rapat dengan tim-tim di atas klasemen menjadi pemicu motivasi bagi para pemain.
Atmosfer latihan pun disebut semakin kompetitif. Setiap sesi dijalani dengan intensitas tinggi, fokus, serta komitmen kuat untuk meningkatkan performa tim secara menyeluruh.
Aspek taktik, kondisi fisik, hingga mental bertanding menjadi perhatian utama tim pelatih. PSS Sleman menyadari bahwa konsistensi akan menjadi kunci utama jika ingin bersaing hingga akhir musim.
Dengan pendekatan yang terukur dan motivasi yang terjaga, Super Elang Jawa masih memiliki peluang besar untuk menutup musim sesuai target yang diharapkan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
