
Bernardo Tavares paham caranya bikin mental berperang Persebaya Surabaya membara. (Persebaya)
JawaPos.com — Apakah kalian senang kalau kalah! Kalimat tajam itu meluncur dari mulut Bernardo Tavares dan langsung menyentak ruang ganti Persebaya Surabaya saat laga melawan PSIM Yogyakarta.
Cara sederhana namun menusuk itu jadi pemantik api mental yang mengantar Green Force meraih kemenangan meyakinkan 0-3 di pekan ke-18 Super League 2025/2026.
Persebaya Surabaya datang ke Yogyakarta dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat tren positif. Tiga kemenangan beruntun sebelumnya membuat laga ini menjadi ujian konsistensi mental dan karakter tim.
Tekanan langsung dirasakan Persebaya Surabaya sejak awal pertandingan. PSIM Yogyakarta tampil agresif dan berani menekan, terutama pada 15 menit pertama babak pertama.
Tuan rumah mencoba memanfaatkan celah di sisi sayap dan ruang antarlini. Namun, solidnya organisasi pertahanan Green Force membuat berbagai upaya PSIM tak berbuah gol.
Lini belakang Persebaya Surabaya tampil disiplin dan tenang menghadapi intensitas permainan lawan. Situasi ini membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga jeda turun minum.
Di ruang ganti, Bernardo Tavares memilih pendekatan emosional untuk menyentuh pemain. Ia tidak bicara panjang soal taktik, tetapi menggugah rasa malu dan harga diri.
“Saya punya pertanyaan ke kalian. Kalian lihat gol di pertemuan terakhir (lawan PSIM), hasilnya kita kalah di kandang. Bagaimana perasaanmu?,” ujar Bernardo Tavares di hadapan pemainnya.
Kalimat itu langsung membuka memori pahit yang masih membekas.
“Sangat jelek ya? Sangat kecewa ya? Marah? Gugup? Memalukan?” lanjutnya dengan nada menekan. Setiap kata terasa seperti tamparan yang membangunkan kesadaran pemain.
Bernardo menekankan esensi sepak bola yang sering dilupakan. “Saya percaya kalian suka bermain bola, tapi sepak bola hanya terasa menyenangkan saat kita menang,” ucapnya.
Baginya, estetika permainan tidak akan berarti tanpa hasil. “Sepak bola adalah hasil,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Ia lalu mengingatkan realitas yang akan diingat publik. “Jika kalian bermain bagus atau tidak, orang hanya akan ingat hasilnya seperti apa,” katanya.
Pesan itu disambung dengan ajakan untuk mengubah keadaan. “Hari ini kita harus tenang, kita harus mengubah keadaan,” lanjut Bernardo.
Bernardo juga menyinggung posisi lawan di klasemen. “Mereka berada dua poin di atas kita,” ujarnya memberi konteks penting laga tersebut.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
