Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 November 2025 | 21.57 WIB

Rekor Gila Bhayangkara FC di Kandang jadi Momok Uston Nawawi dan Persebaya Surabaya

Bhayangkara FC jadi raja kandang kedua di Super League 2025/2026 hingga pekan ke-13. (Bhayangkara FC)

JawaPos.com — Rekor gila Bhayangkara FC di kandang menjelma momok besar bagi Uston Nawawi yang kini naik sebagai caretaker Persebaya Surabaya. Laga di Lampung pada Jumat (28/11/2025) langsung menjadi ujian berat pertama bagi sosok yang baru beberapa hari menerima estafet kepemimpinan tim.

Bhayangkara FC musim ini sangat perkasa ketika tampil di Stadion Sumpah Pemuda.

Mereka meraih empat kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali kalah dari tujuh pertandingan kandang dengan rata-rata raihan dua poin per laga.

Efisiensi Bhayangkara FC terlihat dari sembilan gol yang mereka cetak dan hanya empat kali kebobolan.

Ketangguhan itu membuat mereka berada tepat di bawah Borneo FC dalam daftar tim dengan rekor kandang terbaik Super League 2025/2026.

Borneo FC masih tak tersentuh dengan tujuh kemenangan kandang dari tujuh laga plus selisih gol 13. Namun kejar-kejaran di papan atas semakin panas karena Bhayangkara FC menjadikan Lampung sebagai benteng yang sulit ditembus.

Di tengah situasi tersebut Persebaya Surabaya datang dengan kondisi internal yang baru saja bergejolak.

Mereka berpisah dengan Eduardo Pérez Moran awal pekan ini dan kini menggantungkan banyak hal pada Uston yang sebelumnya menjadi asisten pelatih.

Uston menyadari pertandingan melawan Bhayangkara FC bukan perkara mudah terutama karena Paul Munster sangat mengenal Persebaya Surabaya.

Munster memahami karakter pemain hingga detail kebiasaan tim sehingga Persebaya Surabaya perlu tampil lebih cermat dari biasanya.

Meski begitu Uston tetap menegaskan mental pemain Persebaya tidak mengalami masalah berarti. “Untuk mental para pemain tidak ada masalah sama sekali,” ujarnya setelah bertemu skuad usai keputusan manajemen.

Menurut Uston warisan kerja Eduardo Perez justru menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan besar di Lampung.

Ia melihat apa yang ditanamkan Eduardo Perez selama ini masih melekat kuat dalam diri pemain, terutama dalam hal profesionalisme, konsistensi, dan pola pikir positif.

Uston menyebut Eduardo Perez meninggalkan ruang ganti yang stabil meski tim sempat berada dalam situasi sulit. Stabilitas itu membuat proses transisi berjalan tanpa gejolak besar meski pergantian pelatih terjadi mendadak.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore