Regulasi 11 pemain asing di Liga Indonesia menemui kritik (dok. Persib)
JawaPos.com – Isu mengenai kebijakan 11 pemain asing dalam satu tim Liga Indonesia kembali menjadi perbincangan dan menimbulkan perdebatan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Aturan yang dianggap kontroversial ini menuai reaksi keras dari berbagai kalangan yang khawatir para pemain lokal akan semakin tersingkirkan.
Menurut data dari akun Instagram @pengamatsepakbola, Indonesia memiliki aturan pemain asing paling longgar dibandingkan negara ASEAN lainnya. Thailand hanya memperbolehkan 7 pemain asing dengan kebijakan terbuka untuk pemain ASEAN, sementara Malaysia membolehkan hingga 15 pemain asing, namun hanya 9 yang masuk daftar pemain dan 7 di antaranya sebagai starter. Meski demikian, kedua negara memiliki tiga kompetisi domestik.
Vietnam lebih ketat dengan membatasi hanya 4 pemain asing per tim. Di sisi lain, Singapura dan Kamboja masing-masing hanya mengizinkan 7 dan 6 pemain asing. Rencana regulasi Indonesia yang membolehkan 11 pemain asing terlihat cukup mencolok, mengingat hanya memiliki satu kompetisi yaitu Liga 1, yang akan berubah nama menjadi Super League musim depan.
Kekhawatiran muncul bahwa kebijakan ini bisa berdampak negatif terhadap perkembangan Timnas Indonesia. Minimnya kesempatan bermain di liga tertinggi bisa membuat para pemain lokal kesulitan untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman penting guna bersaing di level internasional.
APPI Ikut Buka Suara!
Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Andritany Ardhiyasa, menyampaikan bahwa secara prinsip pihaknya tidak menolak kehadiran 11 pemain asing. Namun, ia menilai hal ini bertolak belakang dengan pernyataan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Seperti diketahui, PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang kini berganti nama menjadi I League telah resmi mengizinkan setiap klub Liga 1 memakai 11 pemain asing, dengan delapan di antaranya dapat dimainkan dalam satu pertandingan.
Keputusan ini diumumkan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada Senin (7/7/2025). PT LIB juga menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku untuk musim 2025/2026 dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetisi Liga 1.
Dengan kehadiran pemain asing yang lebih banyak, diharapkan mereka bisa berbagi pengalaman dan ilmu kepada pemain lokal untuk meningkatkan standar permainan. Namun, kehadiran pemain asing dalam jumlah besar tidak serta-merta memberikan dampak positif bagi pemain lokal.
Justru, keberadaan mereka dinilai berpotensi mengurangi kesempatan bermain bagi talenta lokal secara signifikan.
Untuk itu, APPI menyayangkan regulasi ini karena menurut mereka, keputusan tersebut tidak melalui proses komunikasi atau diskusi dengan para pemain sebagai pihak yang langsung terdampak.
Ini karena yang merasakan dampaknya langsung pasti pemain. Untuk itu, APPI mengaku setelah mereka melakukan survey tepat seusai ditetapkannya 11 pemain asing. APPI mengklaim bahwa mayoritas pemain Liga 1 merasa keberatan dengan adanya regulasi tersebut.
Pasalnya mereka merasa bakal mengurangi menit bermain buat mereka. Mereka mengakui persaingan memang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas permainan.
Akan tetapi persaingan tersebut dinilai semestinya dibuat secara adil. Ini harus dimulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga ekosistem yang berkualitas, seperti bagaimana negara-negara yang industri sepak bolanya telah berjalan dengan baik.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
