
Bonek saat memberikan dukungan langsung kepada Persebaya Surabaya di dalam stadion. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Suporter fanatik Persebaya Surabaya, Bonek, kembali menunjukkan kreativitas dan militansi dukungannya menjelang laga terakhir musim ini.
Pertandingan penutup melawan Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) bakal diwarnai aksi spektakuler di luar stadion.
Tak ingin melanggar aturan larangan flare di dalam stadion, Bonek justru menyulap kawasan depan Lapangan ABC jadi lokasi pelepasan semangat. Di titik itu, para Bonek akan menggelar aksi “Wall of Fire” saat bus pemain Persebaya Surabaya berangkat menuju GBT.
Aksi ini bukan sekadar unjuk kebolehan, tapi juga bentuk kepatuhan atas kesepakatan bersama yang sudah dibangun selama dua musim terakhir.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya Surabaya, Ram Surahman, menegaskan pertandingan nanti akan bebas flare di dalam stadion.
“Pertandingan besok (hari ini) adalah pertandingan bebas flare. Ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” tegas Ram dikutip dari laman resmi klub.
Ia menambahkan, seluruh elemen Bonek telah berkomitmen penuh untuk menaati aturan ini demi menjaga nama baik suporter dan klub. Karena itu, aksi penyambutan bus ini dianggap sebagai solusi yang tetap ekspresif namun tertib.
Flare nantinya tetap digunakan, namun hanya di luar area pertandingan dan dikendalikan secara terorganisir. Masing-masing koordinator tribun akan mengumpulkan dan mengatur penggunaan flare di area Wall of Fire.
Empat elemen besar suporter telah menyatakan kesiapannya menjadi motor aksi ini. Green Nord, Gate Jhoner 21, Tribun Kidul, dan Tribun Timur bergandengan tangan menginisiasi gerakan yang diharapkan bisa menggugah semangat tempur pemain.
Bus pemain akan melintasi jalan depan Lapangan ABC sebelum masuk ke kawasan stadion. Di titik inilah, ratusan flare akan dinyalakan secara serempak menciptakan lorong api nan dramatis.
Aksi ini juga menjadi bentuk penghormatan Bonek kepada para pemain yang telah berjuang sepanjang musim. Walau musim ini tak selalu berjalan mulus, loyalitas Bonek tetap menyala sepanjang waktu.
Ram menyampaikan pengamanan akan ditingkatkan, khususnya di semua pintu masuk stadion. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan tak ada penonton yang membawa flare atau berada di bawah pengaruh alkohol.
“Kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang membawa atau menyalakan flare di dalam stadion,” kata Ram. Ia juga menegaskan larangan flare adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menciptakan atmosfer stadion yang aman dan nyaman.
Panpel ingin menjadikan pertandingan pamungkas ini sebagai pesta yang indah, bukan bencana yang bisa mencoreng nama besar klub.
Sejak dua musim terakhir, Bonek memang konsisten menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kesayangan. Tidak ada flare di dalam stadion, tidak ada insiden, dan tidak ada pelanggaran berat yang membuat Persebaya Surabaya harus mendapat sanksi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
