Divaldo Alves (dok. Persik)
JawaPos.com - Laga pekan ke-33 Liga 1 2024/2025 antara PSS Sleman melawan Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (17/5/2025), menyisakan banyak cerita. Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih PSS memang membuka peluang mereka untuk bertahan di Liga 1. Namun, semuanya belum benar-benar aman. Nasib PSS kini bergantung pada hasil laga tim lain—terutama pertandingan Persik Kediri melawan Semen Padang.
Secara matematis, hasil laga antara Persik dan Semen Padang akan sangat memengaruhi posisi PSS di klasemen. Sebab, klub asal Tanah Minang tersebut hanya memerlukan dua poin tambahan, guna mengamankan tempat di Liga 1.
Menariknya, meski laga tersebut tak lagi berpengaruh terhadap posisi Persik, pelatih Divaldo Alves tetap ingin timnya tampil maksimal. Ia membawa misi tersendiri dalam dua laga tersisa.
"Masih ada waktu dua pertandingan ke depan, kami tidak akan memberi gampang untuk lawan," tegas pelatih asal Portugal itu.
Divaldo memang sedang berusaha membuktikan kemampuannya kepada manajemen Persik Kediri. Kontraknya akan berakhir musim ini, dan performa di sisa laga bisa menjadi penentu apakah dirinya layak mendapatkan perpanjangan atau tidak. Salah satu bentuk pembuktiannya adalah dengan menahan atau bahkan mengalahkan Semen Padang—tim yang sangat membutuhkan poin untuk bertahan di Liga 1.
"Tapi saya tahu, siapa saja datang ke sini (Padang) selalu sulit. Tapi saya minta pemain fokus selama 90 menit," ujarnya.
Ia mengaku telah menyiapkan timnya secara matang. Dari analisis permainan Semen Padang, Divaldo menyiapkan latihan khusus untuk bertahan dan menyerang. Ze Valente dan kolega mendapatkan instruksi teknis yang spesifik untuk meredam kekuatan tuan rumah. Beberapa pemain lawan menjadi perhatian khusus, termasuk Cornelius Stewart.
"Beberapa pertandingan terakhir kualitasnya naik, permainannya stabil. Dia sangat berbahaya dari sayap, di dalam kotak penalti juga," ungkapnya.
Tak hanya pemain, pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida juga menjadi sorotan. Divaldo menilai koleganya itu sudah sangat memahami sepak bola Indonesia dan berhasil mengangkat performa tim Kabau Sirah.
"Dia sudah lama di Indonesia, tahu juga karakter Semen Padang bagaimana dan meningkatkannya," beber Divaldo.
Sementara itu di Sleman, laga antara PSS dan Persija sempat berlangsung panas. PSS unggul lebih dahulu lewat penalti Gustavo Tocantins di menit ke-23, sebelum disamakan oleh gol Pablo Andrade dua menit berselang. Namun, laga terhenti hampir satu jam karena flare dari tribun penonton yang memenuhi stadion dengan asap.
Setelah pertandingan kembali berjalan pada menit ke-76, situasi berubah. PSS bermain lebih agresif dan sukses mencetak gol kemenangan melalui Marcelo Cirino pada menit ke-90+8.
"Secara tempo permainan terganggu harus berhenti di menit 79. Kita sedang dalam momen bagus dan berhenti. Itu membuat menurun dari fisikal," tutur pelatih Persija, Ricky Nelson.
"Kita memulai kembali dan kita nggak tahu menit ke berapa karena mati papan skornya. Tiba-tiba selesai langsung," jelasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
