
Cerita Ernando Ari kiper utama Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com–Nama Ernando Ari Sutaryadi semakin bersinar sebagai kiper utama Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Tapi siapa sangka, karir gemilangnya pernah diwarnai dilema besar saat harus meninggalkan tim demi fokus menjalani Ujian Nasional.
Pada Maret 2020, Shopee Liga 1 sudah berjalan dan Persebaya Surabaya tengah bersaing di papan atas. Namun di tengah kesibukan itu, Ernando yang masih berusia 18 tahun terpaksa bolak-balik Surabaya–Semarang untuk urusan pendidikan.
Dia tercatat sebagai siswa kelas XII di SMA 11 Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, dia harus mengikuti ujian sekolah serta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dijadwalkan akhir Maret hingga awal April.
Bagi sebagian pelajar, bahasa Indonesia adalah pelajaran menakutkan. Tapi hal itu tak berlaku bagi Nando sapaan akrab Ernando yang justru mengaku menyukai pelajaran tersebut.
"Saya suka bahasa Indonesia. Awalnya karena saya suka membaca," ujar Nando kala itu.
Alasannya sederhana, dia suka membaca sejak kecil. Kegemaran itu membuatnya mudah memahami materi pelajaran, terutama bahasa dan sastra Indonesia.
Sayangnya, jadwal latihan dan pertandingan membuat Nando sering absen dari sekolah. Dispensasi kerap dia terima, tetapi konsekuensinya tak ringan, mulai dari ketertinggalan materi hingga teguran dari guru.
Dia pun berusaha membagi waktu sebaik mungkin antara sepak bola dan belajar. Suasana dia buat sesantai mungkin agar tidak stres menghadapi ujian.
Jelang ujian, dia hanya sempat hadir dua hari saat try out. Ketidakhadiran itu membuatnya harus mengejar ketertinggalan dengan cara lain.
Dia pun mengandalkan bantuan teman-teman sekolahnya. Komunikasi dilakukan lewat pesan untuk mendapatkan materi pelajaran.
“Soalnya saya sering ketinggalan materi akibat terlalu sering mengambil dispensasi. Dan kemarin try out cuma masuk dua hari,” tutur siswa jurusan IPS itu.
"Saya menyalin pelajaran dari teman-teman buat bahan belajar. Yang penting datang dan ikut ujian biar nilainya nggak kosong," imbuh Nando.
Kini, empat tahun berselang, perjuangan Nando membuahkan hasil. Dia resmi menjadi kiper utama Persebaya Surabaya yang sedang berjuang merebut posisi runner-up di bawah pelatih Paul Munster.
Kepercayaan penuh diberikan Munster kepada kiper muda jebolan Timnas Indonesia U-16 tersebut. Penampilannya yang konsisten membuatnya jadi tembok kokoh di bawah mistar gawang Green Force.
Hingga pekan ke-30 Liga 1 Indonesia 2024/2025, Ernando sudah mencatatkan 1.977 menit bermain. Dia tampil dalam 22 laga dan mencatatkan 7 clean sheet.
Total, dia kebobolan 23 gol sepanjang musim ini. Angka itu menunjukkan rataan 1 gol per pertandingan, statistik yang cukup solid di level Liga 1.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
