Kiper Persebaya Surabaya Ernando Ari layak jadi tulang punggung kiper masa depan Timnas Indonesia. (PSSI)
JawaPos.com — Liga 1 Indonesia 2024/2025 telah memasuki masa jeda karena agenda FIFA Matchday. Timnas Indonesia tengah berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan salah satu pemain yang dipanggil adalah kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari.
Ernando Ari tampil luar biasa bersama Persebaya Surabaya musim ini dengan catatan statistik yang impresif. Ia masuk daftar lima besar kiper dengan rata-rata kebobolan paling sedikit di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Dari 19 pertandingan yang sudah dijalani, Ernando hanya kebobolan 21 gol dengan rata-rata 1,1 gol per laga. Performa ini menempatkannya di urutan kelima dalam daftar kiper terbaik berdasarkan jumlah kebobolan.
Kevin Ray Mendoza dari Persib Bandung berada di posisi pertama dengan rata-rata kebobolan hanya 0,7 gol per laga. Sementara Nadeo Argawinata dari Borneo FC menempati posisi kedua dengan angka 0,9 gol per laga.
Adi Satryo dari PSIS Semarang dan Sonny Stevens dari Dewa United juga lebih unggul dibandingkan Ernando dengan rata-rata kebobolan 1,0 gol per laga.
Meski begitu, catatan Ernando tetap luar biasa. Ia menghadapi banyak ujian di bawah mistar gawang Persebaya Surabaya.
Bersama Persebaya Surabaya, Ernando telah mencatatkan enam clean sheet sepanjang musim ini. Peran kuncinya di lini belakang membuat Green Force tetap kompetitif meski menghadapi lawan-lawan berat di Liga 1.
Di bawah arahan Paul Munster, Ernando berkembang menjadi sosok penjaga gawang yang semakin matang. Kemampuannya dalam membaca permainan dan distribusi bola yang akurat menjadi nilai tambah.
Ernando memiliki akurasi umpan sebesar 71%. Hal ini menunjukkan kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang. Ini menjadi aspek penting dalam strategi permainan Persebaya Surabaya musim ini.
Selain itu, ia juga menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa dengan total 1707 menit bermain. Ketangguhannya membuatnya selalu diandalkan sebagai pilihan utama di bawah mistar gawang Persebaya Surabaya.
Menariknya, sepanjang musim ini, Ernando belum pernah mendapatkan kartu kuning maupun kartu merah.
Disiplin dan kecerdasan dalam mengambil keputusan menjadi faktor utama keberhasilannya menjaga gawang Persebaya Surabaya tetap aman.
Meskipun tidak mencatatkan gol atau assist, perannya dalam mengamankan pertahanan tetap sangat krusial. Ia juga menjadi pemain yang cukup sering dilanggar dengan total sembilan kali sepanjang musim ini.
Performa gemilang Ernando tidak hanya berdampak di level klub. Ini juga membuatnya dipanggil ke Timnas Indonesia.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
