Roken Tampubolon saat berada di ruang ganti PSIM Yogyakarta. (Instagram Roken Tampubolon)
JawaPos.com – PSIM Yogyakarta secara resmi menjuarai Liga 2 Indonesia 2024/2025 sekaligus lolos ke Liga 1 Indonesia setelah menekuk Bhayangkara FC di final. PSIM menunjukkan mereka adalah tim paling perkasa di Liga 2 dengan penampilan luar biasa dari pasukan Laskar Mataram.
Kemenangan dari PSIM adalah gol kunci dari Roken Tampubolon di tambahan waktu pertama 2x15 menit, yang mengantarkan timnya mengungguli Bhayangkara FC. Kemenangan itu turut andil segenap pemain, ofisial, bahkan dukungan suporter yang setia mendukung dari awal hingga berakhirnya kompetisi ini.
PSIM memiliki sosok penting di skuadnya, sebut saja Rafinha, Roken Tampubolon, hingga Yusaku Yamadera di sektor bek. Mereka memiliki kontribusi masing-masing tergantung posisinya, bahkan Rafinha mampu mencetak separuh total gol dari PSIM dengan 20 gol individu.
Sementara Roken Tampubolon menuai sorotan setelah mencetak gol penentu saat menaklukan PSPS Pekanbaru dan Bhayangkara FC. Dirinya mencetak gol penentu pada dua laga tersebut sekaligus mengantarkan promosi Liga 1 dan juara Liga 2.
Penampilan mengesankan bagi pendukung PSIM tersebut membuat namanya disebut-sebut, lantas siapakah Roken Tampubolon, dan bagaimana riwayat karier profesionalnya.
Profil
Nama : Daniel Roken Saputra Tampubolon
Tanggal lahir : Bekasi, 5 April 1999 (25)
Kewarganegaraan : Indonesia
Posisi : Sayap kanan
Klub : Jember United (2017), KS Tiga Naga (2018-2021), Sulut United (2021-2022), Semen Padang (2023/2024), PSIM Yogyakarta (2024/2025-sekarang).
Bersumber dari Transfermarkt, Roken Tampubolon memiliki pengalaman di kompetisi kasta kedua Indonesia. Dimulai pada musim 2017, dirinya bergabung ke klub Jember United di Liga 3 Indonesia selama semusim, lalu dirinya bergabung klub asal Riau, yaitu KS Tiga Naga pada 2018 hingga 2021.
Pada musim 2021, setelah melewati laga-laga bersama Tiga Naga, ia bergabung dengan klub Liga 2, yaitu Sulut United pada musim 2021. Selama semusim memperkuat Sulut, dirinya mampu membawa klub asal ujung utara Sulawesi itu melaju ke babak promosi hanya saja perjuangannya kandas.
Langkahnya membawa Sulut terhenti saat di babak promosi ke Liga 1 setelah menerima dua kekalahan dari Dewa United dan PSIM, serta satu hasil kemenangan dari PSMS Medan. Bersama Sulut, kebersamaannya berakhir musim itu. Dirinya hanya tampil delapan laga saja dan hengkang ke Semen Padang.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
