Lini depan Persebaya Surabaya terlihat kesulitan ciptakan cetak gol meskipun ciptakan segudang peluang. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Performa Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025 sedang dalam kondisi kritis. Lima laga terakhir tanpa kemenangan jadi bukti nyata Green Force sedang mengalami krisis ketajaman di lini depan.
Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, tak bisa menutupi rasa frustrasinya atas situasi ini. Statistik tak bisa bohong, Persebaya Surabaya kesulitan mencetak gol meski banyak menciptakan peluang.
Dalam lima pertandingan terakhir, hanya dua gol yang berhasil dicetak Persebaya Surabaya. Mirisnya, satu gol berasal dari titik putih, sementara satu lainnya adalah hasil bunuh diri lawan.
Empat kekalahan beruntun dan satu hasil imbang jadi hasil buruk yang menempatkan Persebaya Surabaya dalam situasi sulit. Lini depan tumpul, sementara lini belakang mulai kehilangan soliditas yang sempat jadi senjata utama.
Padahal, sejak putaran pertama Persebaya Surabaya memang tidak terlalu tajam dalam mencetak gol. Namun, kokohnya pertahanan saat itu masih bisa menutupi kelemahan di sektor serangan.
Kini, dengan pertahanan yang mulai rapuh, Persebaya Surabaya kehilangan banyak poin berharga. Situasi ini tentu jadi alarm besar bagi tim jika masih ingin bersaing di jalur juara.
Paul Munster tidak menutup mata terhadap kritik yang datang dari suporter. Dia mengaku memahami kekecewaan Bonek dan Bonita yang selalu memberikan dukungan penuh di setiap laga.
“Kami ingin semua pemain tampil maksimal. Jika tim gagal menciptakan peluang, itu yang lebih berbahaya,” kata Munster.
“Kami tidak peduli bagaimana cara kami mencetak gol, yang penting gol itu ada,” tambahnya. Bagi Munster, kemenangan adalah segalanya dan tren negatif ini harus segera dihentikan.
Persebaya Surabaya memang masih berada di papan atas, tetapi jika tren buruk ini berlanjut, peluang untuk bersaing di jalur juara semakin menipis. Kemenangan harus segera didapatkan demi mengembalikan kepercayaan diri tim.
Paul Munster menyebut tekanan dari suporter adalah hal yang wajar dalam sepak bola. Namun, dia ingin timnya mengambil sisi positif dari situasi ini dan menjadikannya sebagai pelecut semangat.
“Saya mendengar gemuruh dari suporter. Kami harus mengambil sisi positif dari situasi ini,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi Liga 1 musim ini sangat ketat dan persaingan semakin sulit. Setiap pertandingan adalah ujian berat yang harus dilalui dengan kerja keras.
“Liga 1 itu sulit, bulan ini sangat berat bagi kami.” kata Munster. “Tapi inilah sepak bola, terkadang situasi seperti ini terjadi. Saya ingin segera bangkit.”

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
