Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Februari 2025 | 06.15 WIB

Andik Vermansah Ibaratkan Francisco Rivera Otak Persebaya Surabaya: Gak Ada Dia, Bruno, Flavio, Malik Jadi Buntu

Pemain kunci Green Force, Fransisco Rivera.

JawaPos.com – Eks Persebaya Surabaya, Andik Vermansah menyoroti peran penting Francisco Rivera sebagai motor serangan yang dimiliki oleh Paul Munster. Menurutnya, absennya gelandang asal Meksiko itu berdampak besar pada kreativitas permainan Green Force.

Terbukti, tanpa kehadiran Francisco Rivera, serangan Persebaya Surabaya terlihat mandul, dan hasilnya empat kekalahan beruntun di Liga 1: 0-2 dari Bali United, 1-3 melawan PSS Sleman, 0-2 dari Malut United, dan terakhir 0-3 saat melawan Barito Putera.

Dari empat laga tersebut, Persebaya hanya mampu mencetak satu gol, itupun melalui titik penalti ketika menghadapi PSS. Sebaliknya, gawang Persebaya kebobolan sepuluh kali, memperlihatkan masalah di kedua sisi permainan.

Bahkan, satu penalti gagal yang seharusnya menjadi peluang emas melawan Malut United semakin menambah catatan buruk ini.

"Rivera itu ibaratnya otak serangan Persebaya, kalo gak ada dia, Bruno, Flavio sama Malik jadi buntu," ujar Andik saat ditemui JawaPos.com di Yogyakarta.

Terbaru, Persebaya harus puas hanya meraih hasil imbang 1-1 saat menghadapi Persita Tangerang dalam laga pekan ke-21 Liga 1 Indonesia 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (31/1). Hasil ini memperpanjang tren negatif mereka dengan lima laga tanpa kemenangan, termasuk empat kekalahan beruntun.

Sebagai mantan pemain Persebaya yang kini membela Persiraja Banda Aceh di Liga 2, Andik tetap mengikuti perkembangan tim kebanggaannya dan memberikan dukungan penuh. Baginya, keterikatan dengan Persebaya bukan sekadar masa lalu, tetapi bagian dari identitasnya sebagai seorang Bonek.

Ia menilai bahwa menurunnya performa Persebaya di paruh kedua musim ini salah satunya disebabkan oleh tidak adanya sosok Rivera di lini tengah. Kehilangan playmaker tersebut membuat permainan Persebaya terasa kurang terorganisir dan kesulitan dalam membangun serangan yang efektif.

"Aku berbicara sebagai Bonek, ya. Waktu Rivera tidak ada, ritme permainan Persebaya terlihat kurang terorganisir. Tapi, karena bursa transfer putaran kedua sudah ditutup, harapannya Munster bisa menemukan solusi dengan memaksimalkan pemain yang ada," lanjutnya.

Andik juga menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Persebaya bukan sekadar pencitraan. Ia mengaku masih rutin menonton pertandingan tim kebanggaannya, bahkan kerap menyaksikan laga bersama Adam Maulana. Baginya, menjadi Bonek adalah sebuah identitas yang tidak berubah, terlepas dari komentar orang lain.

Mengomentari situasi sulit yang tengah dialami Persebaya, Andik memahami tekanan yang dirasakan para pemain setelah serangkaian hasil buruk. Ia menyebut bahwa kekalahan beruntun memang dapat memengaruhi mental tim, tetapi kondisi seperti itu adalah hal yang wajar dalam dunia sepak bola.

Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa Persebaya bisa segera bangkit. Ia berharap pelatih Paul Munster dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengangkat kembali kepercayaan diri tim dan mengembalikan Persebaya ke jalur kemenangan. Andik pun berandai-andai, jika Munster berhasil membawa tim keluar dari situasi sulit ini, bukan tidak mungkin Green Force bisa bersaing dalam perebutan gelar juara Liga 1 musim ini.

Sementara itu, Andik sendiri tengah fokus membawa Persiraja berjuang di babak 8 besar Liga 2 2024/2025. Sebagai kapten, ia berupaya menjaga kekompakan tim agar Laskar Rencong bisa meraih tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore