Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Oktober 2018 | 10.30 WIB

Kisah Yuli Sumpil, Dirigen Aremania yang Disanksi PSSI Seumur Hidup

Yuli Sumpil mengaku legowo disanksi PSSI berupa larangan masuk ke stadion seluruh Indonesia seumur hidup - Image

Yuli Sumpil mengaku legowo disanksi PSSI berupa larangan masuk ke stadion seluruh Indonesia seumur hidup

Yuli Sumpil, nama yang sangat akrab di telinga Aremania. Dia dikenal sebagai dirigen suporter saat pertandingan Arema FC. Hanya kepadanya puluhan ribu Aremania tunduk. Kini, lajang 44 tahun itu dihukum PSSI seumur hidup tak boleh masuk di stadion mana pun di seluruh Indonesia.


DIAN AYU ANTIKA HAPSARI, Malang



JawaPos.com - Yuli Sumpil tampak biasa saja ditemui di rumahnya, Jalan Sumpil Gang 1 Kota Malang, beberapa waktu lalu. Dia terbuka menerima kedatangan wartawan. Seolah tidak terjadi apa-apa. Seolah dia tidak sedang mengalami kekecewaan akibat sanksi dari PSSI.


Namun, ketika mendengar dari suaranya, laki-laki yang sudah menjadi Aremania sejak kelas 5 SD itu menyimpan duka. Bagaimana tidak, Yuli sudah mengabdikan diri hampir seumur hidup, selalu mendukung pertandingan Arema FC di stadion dan menunjukkan kecintaan kepada tim kesayangan. Namun, kini harus dipisahkan dengan Arema FC.


Yuli harus menelan pil pahit dengan keputusan PSSI yang melarangnya masuk ke stadion mana pun di Indonesia seumur hidup. Keputusan itu diambil usai terjadinya insiden antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10) lalu. Dia masuk ke lapangan dan dianggap memprovokasi pemain Persebaya yang tengah melakukan pemanasan.


Pemilik nama asli Yuli Sugianto itu mengaku pasrah dan akan menjalani hukuman berat yang dijatuhkan oleh PSSI. Pascaputusan, sudah banyak Aremania yang memberikan dukungan kepadanya. Mereka memberikan support agar dia tetap legawa.


Bahkan, dukungan tidak hanya datang dari Aremania. Tapi juga dari Jakmania hingga suporter dari negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam.


"Banyak yang datang. Ada yang akan aksi juga. Kalau mau aksi, monggo, saya nggak meminta. Saya respek," katanya.


Lantas, bagaimana bila Yuli akan mendukung tim kesayangannya bertanding? Dia yakin nanti akan ada jalan baginya mendukung tim. "Wallahualam, saya yakin ada jalan. Sekarang yang saya pikir adalah tim, ini berat," katanya dengan suara dalam.


Bukan kesedihan karena sanksi yang menimpanya. Untuk hal itu, Yuli mengaku tidak sedih, tidak menyesal, dan tidak akan meminta maaf kepada siapa pun.


"Jarno, aku ae sing kenek sanksi. Aku trimo, nggak popo (Biar saya saja yang kena sanksi. Saya terima, tidak apa-apa)," kata laki-laki yang sudah jadi dirigen Aremania sejak 1997 itu.


Bahkan, sebelum sanksi dijatuhkan, laki-laki yang pernah melakoni pekerjaan sebagai pencuci angkot itu sudah menyangka bakal kena hukuman.


"Saya sudah merasa. Nggak tahu, merasa saja," kata laki-laki yang pernah berjualan kue untuk menonton pertandingan itu.


Hanya saja, yang disesalkan oleh pemain film The Conductor itu adalah sanksi yang berat untuk Arema FC. Selain didenda uang sebesar Rp 100 juta, Singo Edan juga harus bermain tanpa suporter hingga Liga 1 2018 berakhir.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore