Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 00.56 WIB

Kisah Rizky Ridho: Bermain dengan Pemain Idola di Persija, hingga Gaji Pertama di Persebaya Surabaya

Kebersamaan Rizky Ridho dan Hansamu Yama. (Instagram @rizkyridhoramadhani)

 

JawaPos.com - Rizky Ridho adalah salah satu pemain muda berbakat yang berhasil menorehkan prestasi di dunia sepak bola Indonesia. Penampilannya yang konsisten, baik bersama klub maupun Timnas Indonesia, menjadikannya sosok yang patut diperhitungkan.

Namun, di balik perjalanan kariernya, terdapat kisah inspiratif tentang perjuangan, mimpi, dan dedikasi. Rizky Ridho yang kini memperkuat Persija Jakarta, mengawali kariernya profesionalnya di Persebaya Surabaya.

Ia tumbuh menjadi pemain yang tak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga menjadi anutan bagi generasi muda. Dalam sebuah video yang diunggah di Youtube resmi Persebaya Surabaya, pemuda yang akrab disapa Edo ini menceritakan berbagai sisi menarik dari perjalanan kariernya.

Termasuk pengalamannya bermain bersama sang idola hingga kenangan tak terlupakan saat menerima gaji pertamanya di Persebaya. Pada awal kariernya, Ridho mengaku sempat tak percaya diri saat pertama kali tampil di hadapan banyak orang, ketika memainkan laga pertamanya bersama Green Force.

"Pertama main uji coba lawan Persis Solo. Saya nanya ke diri sendiri, ini beneran ditonton begitu banyak orang?" ujar Ridho, dikutip dari YouTube Official Persebaya. Ia merasa bangga karena bisa satu tim dengan pemain idolanya, Hansamu Yama.

Bahkan, nomor punggung yang ia pakai di Persebaya di awal kariernya, 32, merupakan bentuk penghormatan kepada sang idola. "Awalnya saya pengen nomor 23, tapi karena udah ada Mas Yama, yaudah saya kebalikannya aja, 32," imbuh Ridho.

Baru setelah Hansamu Yama hengkang ke Bhayangkara FC, Ridho mengambil alih nomor tersebut. Terkini, mereka berdua kembali berada dalam satu tim, Persija Jakarta. Yama masih dengan nomor 23, sementara Ridho sudah mantap dengan nomor 5.

Selain itu, Edo mengenang gaji pertamanya di Persebaya yang hanya sebesar Rp 1 juta. Meski kecil, ia memiliki niat mulia untuk membelikan emas bagi ibunya. "Gaji pertama di Persebaya Rp 1 juta ingin saya belikan emas untuk ibu, tapi (uangnya) enggak cukup," jelasnya.

Bagi Ridho, keluarga adalah motivasi utama dalam hidupnya. Ia bercita-cita memberangkatkan orang tuanya ke Tanah Suci. "Cita-cita saya memberangkatkan haji orang tua," imbuh pemuda yang memiliki nama kecil Edo ini.

Perjalanan kariernya dimulai sejak masih kecil, saat ia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) ketika duduk di bangku kelas 2 SD. Kini, ia menjelma menjadi pemain andalan Persija Jakarta sekaligus kebanggaan Timnas Indonesia.

Tidak hanya itu, ia juga memiliki pesan khusus untuk generasi muda yang ingin meniti karier di dunia sepak bola. "Latihan yang semangat dan jangan lupa beribadah," tegasnya.

Sebagai sosok yang sederhana, Edo juga memiliki makanan favorit yang unik. Ia sangat menyukai sayur kunci buatan ibunya, yang menurutnya lebih nikmat jika dipadukan dengan dadar jagung.

Rizky Ridho adalah contoh nyata bagaimana kerja keras dan dedikasi bisa membawa seseorang meraih kesuksesan. Di balik prestasinya di lapangan, ia tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan selalu mengutamakan keluarga.

Dengan semangat yang dimilikinya, tak heran jika Ridho terus menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia yang bermimpi menjadi pesepak bola profesional.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore