
Patrick Kluivert (kiri) dirumorkan menjadi pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
JawaPos.com – Setelah Shin Tae-yong didepak dari kursi pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert disinyalir sebagai sosok yang akan menjadi penerus Shin Tae-yong. Hal tersebut dilaporkan oleh Fabrizio Romano, jurnalis kenamaan asal Italia.
“Patrick Kluivert akan segera menjadi pelatih timnas Indonesia, kesepakatan telah berhasil dicapai. Kontrak berdurasi dua tahun ditambah opsi perpanjangan selama dua tahun lagi. Pengumuman resmi akan dilakukan pada 12 Januari di Indonesia, targetnya mencapai kualifikasi Piala Dunia 2026,” ungkap Fabrizio Romano di akun X miliknya.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan jika pelatih timnas Indonesia yang baru berasal dari Eropa. PSSI sendiri menjadwalkan pengumuman resmi tentang pelatih baru Tim Nasional Indonesia pada 12 Januari 2024.
Waketum dan Exco PSSI juga memiliki jawaban senada ketika dikonfirmasi JawaPos terkait rumor penunjukkan Patrick Kluivert. Keduanya meminta penggemar sepak bola nasional untuk menunggu tanggal 12 Januari 2024 mendatang untuk pengumuman resminya.
Meskipun rekam jejak Patrick Kluivert sebagai pelatih tidak semenarik Shin Tae-yong, ada beberapa faktor utama yang tampaknya menjadi dasar pertimbangan PSSI jika benar merekrutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Beberapa aspek ini bahkan menjadi solusi atas beberapa permasalahan yang dihadapi Timnas Indonesia selama era kepemimpinan Shin Tae-yong.
Salah satu kritik utama terhadap Shin Tae-yong adalah kendala komunikasi. Pelatih asal Korea Selatan itu lebih sering mengandalkan penerjemah pribadinya dalam menyampaikan instruksi kepada para pemain, baik di sesi latihan maupun pertandingan. Proses komunikasi ini dianggap tidak efektif karena melibatkan pihak ketiga, yang dapat mengurangi kejelasan pesan yang ingin disampaikan.
Patrick Kluivert, sebagai pelatih asal Belanda, memiliki keunggulan dalam hal ini. Ia fasih berbahasa Inggris dan tentu saja berbahasa Belanda, yang relevan mengingat banyak pemain diaspora timnas Indonesia berasal dari Belanda. Dengan kemampuan berkomunikasi secara langsung tanpa penerjemah, diharapkan proses penyampaian taktik dan instruksi kepada pemain akan berjalan lebih lancar.
Hal ini juga sesuai dengan penekanan Erick Thohir mengenai pentingnya komunikasi yang lebih baik antara pelatih dan pemain untuk membangun sinergi yang lebih kuat dalam tim.
Selama melatih Adana Demirspor, Kluivert menggunakan formasi 4-2-3-1 sebagai skema utamanya. Formasi ini lebih umum digunakan oleh mayoritas pemain Indonesia, terutama mereka yang berkarier di liga Eropa.
Pemain diaspora yang mayoritas berasal dari Belanda juga sudah sangat familiar dengan formasi ini, karena 4-2-3-1 adalah salah satu formasi standar di banyak klub Belanda, baik di tingkat junior maupun senior. Hal ini menjadi keuntungan besar, karena formasi tersebut memungkinkan pemain untuk lebih cepat beradaptasi dengan gaya permainan yang diinginkan Kluivert.
Sebaliknya, Shin Tae-yong kerap menggunakan formasi 5-4-1 atau 3-4-3, yang lebih defensif dan membutuhkan pemain bertahan yang solid. Gaya permainan ini sering menuai kritik karena dianggap tidak agresif dan kurang optimal memanfaatkan talenta pemain Indonesia yang lebih nyaman bermain menyerang.
Meskipun rekam jejak Kluivert sebagai pelatih senior tidak seimpresif Shin Tae-yong, ia memiliki pengalaman signifikan dalam pengembangan pemain muda. Kluivert pernah melatih tim muda Ajax dan Twente, dua klub Belanda yang dikenal dengan akademi pemain mudanya yang berkualitas.
Timnas Indonesia saat ini diisi oleh banyak pemain muda berbakat seperti Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, dan Justin Hubner. Kehadiran Kluivert diharapkan dapat membantu mengasah potensi mereka lebih jauh, sehingga mampu tampil lebih konsisten di level internasional. Pendekatan Kluivert terhadap pengembangan pemain muda juga memberikan harapan untuk regenerasi pemain yang lebih sistematis.
Program naturalisasi yang diprakarsai PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir telah membawa dampak positif dengan masuknya pemain diaspora ke Timnas Indonesia. Kehadiran Patrick Kluivert sebagai pelatih utama diperkirakan akan semakin menarik perhatian pemain diaspora lainnya untuk bergabung.
Sebagai legenda sepak bola Belanda, Kluivert memiliki daya tarik tersendiri yang dapat membujuk pemain-pemain diaspora untuk membela Timnas Indonesia. Koneksi Kluivert dengan dunia sepak bola Eropa, khususnya Belanda, akan menjadi aset penting dalam merekrut pemain diaspora berkualitas.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
