Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 17.03 WIB

PSSI Dirumorkan Rekrut Patrick Kluivert, 4 Keunggulan yang Bisa Pecahkan Masalah Era Shin Tae-yong

Patrick Kluivert (kiri) dirumorkan menjadi pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. - Image

Patrick Kluivert (kiri) dirumorkan menjadi pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.

JawaPos.com – Setelah Shin Tae-yong didepak dari kursi pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert disinyalir sebagai sosok yang akan menjadi penerus Shin Tae-yong. Hal tersebut dilaporkan oleh Fabrizio Romano, jurnalis kenamaan asal Italia.

“Patrick Kluivert akan segera menjadi pelatih timnas Indonesia, kesepakatan telah berhasil dicapai. Kontrak berdurasi dua tahun ditambah opsi perpanjangan selama dua tahun lagi. Pengumuman resmi akan dilakukan pada 12 Januari di Indonesia, targetnya mencapai kualifikasi Piala Dunia 2026,” ungkap Fabrizio Romano di akun X miliknya.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan jika pelatih timnas Indonesia yang baru berasal dari Eropa. PSSI sendiri menjadwalkan pengumuman resmi tentang pelatih baru Tim Nasional Indonesia pada 12 Januari 2024.

Waketum dan Exco PSSI juga memiliki jawaban senada ketika dikonfirmasi JawaPos terkait rumor penunjukkan Patrick Kluivert. Keduanya meminta penggemar sepak bola nasional untuk menunggu tanggal 12 Januari 2024 mendatang untuk pengumuman resminya.

Meskipun rekam jejak Patrick Kluivert sebagai pelatih tidak semenarik Shin Tae-yong, ada beberapa faktor utama yang tampaknya menjadi dasar pertimbangan PSSI jika benar merekrutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Beberapa aspek ini bahkan menjadi solusi atas beberapa permasalahan yang dihadapi Timnas Indonesia selama era kepemimpinan Shin Tae-yong.

1. Kemampuan Berbahasa Inggris dan Belanda

Salah satu kritik utama terhadap Shin Tae-yong adalah kendala komunikasi. Pelatih asal Korea Selatan itu lebih sering mengandalkan penerjemah pribadinya dalam menyampaikan instruksi kepada para pemain, baik di sesi latihan maupun pertandingan. Proses komunikasi ini dianggap tidak efektif karena melibatkan pihak ketiga, yang dapat mengurangi kejelasan pesan yang ingin disampaikan.

Patrick Kluivert, sebagai pelatih asal Belanda, memiliki keunggulan dalam hal ini. Ia fasih berbahasa Inggris dan tentu saja berbahasa Belanda, yang relevan mengingat banyak pemain diaspora timnas Indonesia berasal dari Belanda. Dengan kemampuan berkomunikasi secara langsung tanpa penerjemah, diharapkan proses penyampaian taktik dan instruksi kepada pemain akan berjalan lebih lancar.

Hal ini juga sesuai dengan penekanan Erick Thohir mengenai pentingnya komunikasi yang lebih baik antara pelatih dan pemain untuk membangun sinergi yang lebih kuat dalam tim.

2. Skema Taktik yang Lebih Familier untuk Pemain

Selama melatih Adana Demirspor, Kluivert menggunakan formasi 4-2-3-1 sebagai skema utamanya. Formasi ini lebih umum digunakan oleh mayoritas pemain Indonesia, terutama mereka yang berkarier di liga Eropa.

Pemain diaspora yang mayoritas berasal dari Belanda juga sudah sangat familiar dengan formasi ini, karena 4-2-3-1 adalah salah satu formasi standar di banyak klub Belanda, baik di tingkat junior maupun senior. Hal ini menjadi keuntungan besar, karena formasi tersebut memungkinkan pemain untuk lebih cepat beradaptasi dengan gaya permainan yang diinginkan Kluivert.

Sebaliknya, Shin Tae-yong kerap menggunakan formasi 5-4-1 atau 3-4-3, yang lebih defensif dan membutuhkan pemain bertahan yang solid. Gaya permainan ini sering menuai kritik karena dianggap tidak agresif dan kurang optimal memanfaatkan talenta pemain Indonesia yang lebih nyaman bermain menyerang.

3. Pengalaman Melatih Pemain Muda

Meskipun rekam jejak Kluivert sebagai pelatih senior tidak seimpresif Shin Tae-yong, ia memiliki pengalaman signifikan dalam pengembangan pemain muda. Kluivert pernah melatih tim muda Ajax dan Twente, dua klub Belanda yang dikenal dengan akademi pemain mudanya yang berkualitas.

Timnas Indonesia saat ini diisi oleh banyak pemain muda berbakat seperti Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, dan Justin Hubner. Kehadiran Kluivert diharapkan dapat membantu mengasah potensi mereka lebih jauh, sehingga mampu tampil lebih konsisten di level internasional. Pendekatan Kluivert terhadap pengembangan pemain muda juga memberikan harapan untuk regenerasi pemain yang lebih sistematis.

4. Kemampuan Menarik Pemain Diaspora untuk Bergabung ke Indonesia

Program naturalisasi yang diprakarsai PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir telah membawa dampak positif dengan masuknya pemain diaspora ke Timnas Indonesia. Kehadiran Patrick Kluivert sebagai pelatih utama diperkirakan akan semakin menarik perhatian pemain diaspora lainnya untuk bergabung.

Sebagai legenda sepak bola Belanda, Kluivert memiliki daya tarik tersendiri yang dapat membujuk pemain-pemain diaspora untuk membela Timnas Indonesia. Koneksi Kluivert dengan dunia sepak bola Eropa, khususnya Belanda, akan menjadi aset penting dalam merekrut pemain diaspora berkualitas.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore