
Mohammed Rashid sudah punya rencana jangka panjang terkait kariernya jika sudah tak bermain sepak bola lagi. (Instagram @moerashid95)
JawaPos.com — Mohammed Rashid, salah satu pilar andalan Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024-2025, baru-baru ini mengungkapkan rencana karier masa depannya. Meski saat ini fokusnya masih pada sepak bola, Rashid sudah memikirkan langkah apa yang akan diambil setelah gantung sepatu dari dunia si kulit bundar.
Rashid, yang telah mencetak satu gol untuk Green Force musim ini, menjelaskan bagaimana pendidikan memainkan peran penting dalam pengembangan mentalitasnya sebagai pemain sepak bola. Menurutnya, pendidikan mengubah cara berpikirnya, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Hal ini membantunya memahami banyak hal baru yang memperkaya pengalamannya sebagai pemain. "Pendidikan berpengaruh besar karena mengubah mentalitas kita. Apa yang kita pelajari di masyarakat kita berbeda dengan yang kita pelajari di luar negeri. Alhamdulillah, saya membawa banyak hal baru ke dalam hidup saya, terutama dalam cara saya bermain dan berpikir," katanya dalam wawancara pada sesi latihan Persebaya Surabaya Kamis (3/10).
Lebih lanjut, ia juga membeberkan proyeksi masa depannya jika sudah tidak lagi bermain sepak bola. Rashid mengungkapkan bahwa ia tertarik untuk berkarier di bidang yang masih berhubungan dengan olahraga atau bahkan bisnis.
"Apa pun yang berhubungan dengan olahraga atau mungkin bisnis, itu adalah sesuatu yang saya pertimbangkan," tambah pemain Timnas Palestina tersebut.
Pemain asal Palestina ini memang dikenal sebagai sosok yang tidak hanya mengandalkan kemampuannya di atas lapangan, tetapi juga memiliki visi yang jelas tentang masa depannya. Di tengah kesibukannya sebagai pemain, Rashid tetap menempatkan pendidikan dan pengembangan diri sebagai prioritas penting.
Selama musim 2024-2025 di Liga 1 Indonesia, Rashid menunjukkan performa yang stabil di lini tengah Persebaya Surabaya. Statistiknya mencerminkan perannya yang vital di skuad asuhan Paul Munster tersebut. Dari 7 pertandingan yang sudah ia lakoni, Rashid selalu menjadi starter dengan total waktu bermain 90 menit per pertandingan.
Secara ofensif, Rashid telah mencatatkan satu gol dengan frekuensi mencetak gol setiap 708 menit. Ia juga melakukan rata-rata 1,1 tembakan per pertandingan, dengan 0,7 di antaranya mengarah ke gawang. Meskipun kontribusi golnya mungkin tidak sebanyak pemain depan, peran Rashid sebagai penghubung permainan sangat terlihat dari statistik lainnya.
Rashid memiliki rata-rata 29,6 operan per pertandingan dengan tingkat akurasi mencapai 79%. Untuk umpan panjang, ia mencatatkan 3,6 operan per pertandingan dengan akurasi 62%, sementara akurasi umpan silangnya mencapai 50%. Ini menunjukkan Rashid bukan hanya handal dalam bertahan, tetapi juga dapat diandalkan dalam membangun serangan.
Di sisi pertahanan, Rashid juga tak kalah impresif. Ia mencatatkan rata-rata 4,0 intersepsi per pertandingan dan berhasil merebut bola sebanyak 9 kali setiap pertandingan. Pemain ini juga hanya dilewati lawan 1,6 kali per laga, yang menunjukkan kemampuannya dalam menjaga area pertahanan.
Meski ada beberapa kesalahan yang berujung pada tembakan lawan, yakni sebanyak 3 kali, Rashid tetap menjadi salah satu gelandang bertahan paling solid di Liga 1. Ia juga tercatat melakukan 0,9 sapuan per pertandingan, yang membantu memperkuat pertahanan Persebaya Surabaya.
Tidak hanya dalam aspek bertahan, Rashid juga mampu memenangkan 6,0 duel per pertandingan dengan tingkat keberhasilan 42 persen. Untuk duel udara, ia berhasil memenangkan 1,3 duel udara per laga dengan rasio kemenangan 56 persen. Kemampuannya dalam duel fisik ini menambah dimensi lain pada permainannya di tengah lapangan.
Meskipun kerap kali harus melakukan pelanggaran dengan rata-rata 1,1 pelanggaran per pertandingan, Rashid hanya menerima satu kartu kuning sejauh ini. Hal ini menunjukkan ia cukup disiplin dalam menjaga emosi dan menghindari hukuman yang lebih berat.
Selain performanya yang gemilang, pandangan Rashid tentang masa depannya patut diapresiasi. Tidak banyak pemain yang secara terbuka membicarakan rencana karier mereka setelah pensiun, apalagi dengan perencanaan yang matang seperti yang dilakukan oleh Rashid.
Keinginannya untuk berkarier di dunia bisnis atau olah raga setelah gantung sepatu menunjukkan bahwa ia menyadari pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini. Bagi penggemar sepak bola, kisah Rashid ini bisa menjadi inspirasi. Sepak bola memang olahraga yang penuh gairah dan kesenangan, tetapi masa depan seorang pemain tidak bisa hanya bergantung pada karier di lapangan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
