Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 September 2024 | 23.06 WIB

STY Usai Indonesia Imbangi Saudi: Kami Berusaha Menjadi Kuda Hitam Pada Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong berbicara usai laga lawan Arab Saudi. (PSSI/Antara) - Image

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong berbicara usai laga lawan Arab Saudi. (PSSI/Antara)

JawaPos.com – Arab Saudi sedang berusaha mengembangkan sepak bolanya. Karena itu, klub-klub Arab Saudi mendatangkan banyak pemain bintang.

Tak tanggung-tanggung, pemain yang pernah masuk grade A level Eropa kini bermain di negeri kaya minyak itu.

Salah satunya Cristiano Ronaldo. Bintang sepak bola Portugal itu memperkuat klub Al Nassr. Belum termasuk rekan setimnya, Sadio Mane, yang dulu memperkuat Liverpool. Ada juga Neymar, mantan bintang Paris Saint-Germain, yang kini memperkuat Al Hilal.

Namun, upaya mengembangkan kompetisi menjadi industri tampaknya menjadi bumerang. Saat para pemain kelas dunia menghiasi pertandingan demi pertandingan di liga elite mereka, ada sisi yang harus dikorbankan. Yakni, makin kecilnya peluang pemain asli Saudi untuk bersaing.

Situasi itu tampaknya dirasakan betul oleh tim nasional (timnas) Arab Saudi. Mayoritas penggawa timnas Arab Saudi bukan pemain utama di klubnya. "Saya memiliki 20 pemain yang hanya duduk di bangku cadangan dalam pertandingan lokal. Dan, tidak ada solusi untuk dilema ini," ujar Roberto Mancini, pelatih timnas Arab Saudi.

Situasi itu memengaruhi kualitas The Green Falcons –julukan timnas Arab Saudi– dalam mengarungi ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Arab Saudi yang di atas kertas lebih diunggulkan atas Indonesia justru dipaksa bermain imbang. Hal itu terjadi saat kedua tim bertanding di King Abdullah Sports City, Jeddah, kemarin (6/9) dini hari. Padahal, dalam pertandingan tersebut, Arab Saudi mendominasi permainan.

Berdasar statistik, The Green Falcons memegang kendali penguasaan bola 65 persen berbanding 35 persen. Arab Saudi juga melepaskan total 15 tembakan dengan 4 tepat sasaran. Di sisi lain, Indonesia memiliki total 7 tembakan dengan 2 tepat sasaran.

Keresahan Mancini sudah dibaca pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) sebelum pertandingan. "Mancini adalah pelatih hebat. Tapi, saya memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup tentang kemampuan para pemainnya dan Liga Arab Saudi," ungkap STY.

Kejelian STY dalam menganalisis keresahan Mancini tersebut membuahkan hasil manis. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia lebih dulu mencetak gol lewat sepakan Ragnar Oratmangoen saat pertandingan baru berjalan 20 menit. Namun, Arab Saudi akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-45+3 lewat sepakan Musab Al Juwayr.

STY menilai hasil imbang atas Arab Saudi menjadi modal yang sangat penting bagi timnas Indonesia untuk melanjutkan perjuangan pada ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Apalagi, setelah ini, Indonesia masih akan menghadapi lawan kuat: Australia. Pertandingan itu digelar Selasa (10/9) pekan depan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

"Saya memiliki kepercayaan yang besar terhadap para pemain timnas Indonesia. Kami memiliki tujuan yang jelas pada tahap ini. Kami akan berusaha menjadi kuda hitam pada babak kualifikasi ini," tegas pelatih asal Korea Selatan tersebut. (fiq/c19/bay)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore