
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong berbicara usai laga lawan Arab Saudi. (PSSI/Antara)
JawaPos.com – Arab Saudi sedang berusaha mengembangkan sepak bolanya. Karena itu, klub-klub Arab Saudi mendatangkan banyak pemain bintang.
Tak tanggung-tanggung, pemain yang pernah masuk grade A level Eropa kini bermain di negeri kaya minyak itu.
Salah satunya Cristiano Ronaldo. Bintang sepak bola Portugal itu memperkuat klub Al Nassr. Belum termasuk rekan setimnya, Sadio Mane, yang dulu memperkuat Liverpool. Ada juga Neymar, mantan bintang Paris Saint-Germain, yang kini memperkuat Al Hilal.
Namun, upaya mengembangkan kompetisi menjadi industri tampaknya menjadi bumerang. Saat para pemain kelas dunia menghiasi pertandingan demi pertandingan di liga elite mereka, ada sisi yang harus dikorbankan. Yakni, makin kecilnya peluang pemain asli Saudi untuk bersaing.
Situasi itu tampaknya dirasakan betul oleh tim nasional (timnas) Arab Saudi. Mayoritas penggawa timnas Arab Saudi bukan pemain utama di klubnya. "Saya memiliki 20 pemain yang hanya duduk di bangku cadangan dalam pertandingan lokal. Dan, tidak ada solusi untuk dilema ini," ujar Roberto Mancini, pelatih timnas Arab Saudi.
Situasi itu memengaruhi kualitas The Green Falcons –julukan timnas Arab Saudi– dalam mengarungi ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Arab Saudi yang di atas kertas lebih diunggulkan atas Indonesia justru dipaksa bermain imbang. Hal itu terjadi saat kedua tim bertanding di King Abdullah Sports City, Jeddah, kemarin (6/9) dini hari. Padahal, dalam pertandingan tersebut, Arab Saudi mendominasi permainan.
Berdasar statistik, The Green Falcons memegang kendali penguasaan bola 65 persen berbanding 35 persen. Arab Saudi juga melepaskan total 15 tembakan dengan 4 tepat sasaran. Di sisi lain, Indonesia memiliki total 7 tembakan dengan 2 tepat sasaran.
Keresahan Mancini sudah dibaca pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) sebelum pertandingan. "Mancini adalah pelatih hebat. Tapi, saya memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup tentang kemampuan para pemainnya dan Liga Arab Saudi," ungkap STY.
Kejelian STY dalam menganalisis keresahan Mancini tersebut membuahkan hasil manis. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia lebih dulu mencetak gol lewat sepakan Ragnar Oratmangoen saat pertandingan baru berjalan 20 menit. Namun, Arab Saudi akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-45+3 lewat sepakan Musab Al Juwayr.
STY menilai hasil imbang atas Arab Saudi menjadi modal yang sangat penting bagi timnas Indonesia untuk melanjutkan perjuangan pada ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Apalagi, setelah ini, Indonesia masih akan menghadapi lawan kuat: Australia. Pertandingan itu digelar Selasa (10/9) pekan depan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
"Saya memiliki kepercayaan yang besar terhadap para pemain timnas Indonesia. Kami memiliki tujuan yang jelas pada tahap ini. Kami akan berusaha menjadi kuda hitam pada babak kualifikasi ini," tegas pelatih asal Korea Selatan tersebut. (fiq/c19/bay)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
