
Muchammad Bayu Zacha Setyawan (kanan) kembali menjadi best player U18 & U20 di Talent Audition Chapter II. (persebaya.id)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya, klub dengan sejarah panjang dan prestasi gemilang, tak henti-hentinya mencari talenta muda berbakat. Dalam upaya menjaga tradisi tersebut, Persebaya Surabaya terus mengembangkan program pencarian bakat melalui ‘pabrik pemain’ mereka yang dikenal dengan Persebaya Future Lab.
Program ini menjadi wadah bagi para pemain muda yang ingin mewujudkan mimpi menjadi bagian dari tim besar seperti Persebaya Surabaya. Salah satu contoh nyata dari semangat ini adalah perjalanan pemain muda bernama Muchammad Bayu Zacha Setyawan, yang rela mengikuti audisi hingga dua kali demi satu tujuan: menjadi pemain Persebaya Surabaya.
Bayu, pemain kelahiran Sidoarjo pada 2007, menunjukkan tekad luar biasa. Dia mengikuti Persebaya Talent Audition di dua tempat berbeda, Surabaya dan Pasuruan. Pada usianya yang masih muda, Bayu masuk dalam kategori U-18 dan berpartisipasi dalam Talent Audition Chapter I yang diselenggarakan di Stadion Kodam V/Brawijaya, Surabaya.
Saat itu, Bayu berhasil lolos seleksi dan masuk ke dalam jajaran Elite Youth Persebaya, sebuah kelompok pemain muda yang dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Tidak hanya itu, Bayu juga berhasil menyabet gelar best talent, yang merupakan penghargaan bagi talenta terbaik yang dipilih langsung oleh sponsor utama Persebaya Surabaya, Kapal Api.
Namun, perjalanan Bayu bersama Elite Youth Persebaya tidak semulus yang diharapkan. Meskipun awalnya dia termasuk dalam kelompok pemain potensial, Bayu harus menerima kenyataan pahit ketika dia tereliminasi dari tim tersebut.
Hal ini terjadi karena persaingan yang ketat di antara para pemain muda lainnya yang juga memiliki bakat besar. Bayu tidak masuk dalam daftar pemain yang mendapatkan kontrak dari Persebaya Future Lab, sebuah program pengembangan pemain muda yang dirancang untuk menyiapkan pemain-pemain masa depan Persebaya Surabaya.
Kekecewaan yang dialami Bayu tentu bisa dimengerti, namun hal tersebut tidak membuat semangatnya pudar. Ketika Persebaya Future Lab mengumumkan akan mengadakan Talent Audition Chapter II di Pasuruan, Bayu tidak ragu untuk mendaftarkan dirinya kembali. Dia melihat ini sebagai kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa dia layak menjadi bagian dari tim besar Persebaya Surabaya.
Audisi tersebut digelar di Stadion R. Soedarsono Pogar, Pasuruan, pada 31 Agustus dan 1 September, dan sekali lagi, Bayu berhasil menunjukkan kemampuannya. Dia kembali terpilih sebagai best talent, dan untuk kali kedua masuk ke dalam jajaran Elite Youth Persebaya.
Bayu sendiri sangat bersyukur dan bertekad untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. "Saya sangat senang lagi bisa mendapat kesempatan kedua, akan saya membenahi lagi dengan tidak melakukan kesalahan-kesalahan," ujarnya dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Bayu menyadari bahwa menjadi pemain Persebaya Surabaya bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan dedikasi serta kerja keras yang luar biasa. Namun, dengan dukungan dari orang tuanya, dia tidak pernah ragu untuk terus mencoba. Mereka mendukung penuh langkah Bayu, baik saat dia mengikuti audisi di Surabaya maupun Pasuruan, meskipun harus menjalani proses yang tidak mudah.
Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera, juga mengapresiasi semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Bayu. "Ada banyak faktor yang membuat Bayu tidak bisa bersaing dan akhirnya tereliminasi dari Elite Youth Persebaya. Namun, bagaimana dia tidak patah semangat, dan kemudian dia ikut lagi Talent Audition Chapter II adalah satu hal yang luar biasa. Semoga di kesempatan kedua di Elite Youth ini Bayu semakin baik, dan bisa terus lanjut hingga mendapatkan kontrak dari Persebaya Future Lab," ujar Ganesha.
Ganesha berharap dengan kesempatan kedua ini, Bayu bisa terus berkembang dan akhirnya meraih kontrak dari Persebaya Future Lab.
Ganesha menambahkan bahwa dalam proses seleksi seperti ini, ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan seorang pemain. Terkadang, persaingan yang ketat, kondisi fisik, serta faktor mental bisa menjadi tantangan besar bagi para pemain muda.
Namun, semangat pantang menyerah seperti yang ditunjukkan Bayu adalah kualitas yang sangat penting bagi seorang atlet.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
