
Elkan Baggott sempat berada di persimpangan jalan antara membela Timnas Indonesia atau Thailand di perjalanan kariernya. (Instagram/@elkanbaggott)
JawaPos.com — Nama Elkan Baggott mendadak mencuri perhatian publik sepak bola Tanah Air dan internasional. Pemain bertahan muda yang kini berkarier di Blackpool FC, setelah dipinjamkan oleh Ipswich Town, ini sempat menjadi rebutan antara Indonesia dan Thailand, dua negara yang memiliki ketertarikan kuat untuk memasukkan Baggott ke dalam tim nasional mereka.
Lahir di Thailand dari ayah berkebangsaan Inggris dan ibu berdarah Indonesia, Elkan Baggott memiliki peluang untuk membela salah satu dari dua negara ini. Namun, pada akhirnya, Elkan Baggott memilih Indonesia, sebuah keputusan yang mengundang banyak rasa haru dan bangga dari para pendukung skuad Garuda.
Keputusan Elkan Baggott memilih Indonesia bukanlah pilihan yang mudah. Sebagai seorang pesepak bola muda yang sedang merintis kariernya, Baggott tentu mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan final.
Banyak yang mengira dirinya akan lebih memilih Thailand, negara di mana dia dilahirkan, dan yang prestasi sepak bolanya lebih menonjol di Asia Tenggara dibandingkan Indonesia. Namun, Elkan Baggott memilih jalan yang berbeda, dan memilih untuk membela negara yang prestasi sepak bolanya masih dalam tahap berkembang, Indonesia.
Elkan Baggott mengungkapkan salah satu alasan utamanya memilih Indonesia adalah karena kedekatan emosionalnya dengan keluarga yang tinggal di Jakarta. Baggott merasa lebih nyaman dengan lingkungan keluarganya di Indonesia, sebuah aspek penting bagi seorang pemuda yang sedang berjuang di awal karier sepak bolanya.
“Teman- teman saya juga banyak yang mendukung. Mereka memberikan motivasi terus agar saya selalu bekerja keras untuk mendapatkan posisi inti di timnas,” ungkapnya dikutip dari koran Jawa Pos edisi 10 Agustus 2020.
Namun, alasan emosional saja tentu tidak cukup untuk mengambil keputusan sebesar ini. Elkan Baggott juga menjelaskan salah satu dorongan terbesarnya adalah keinginan untuk membanggakan orang tuanya.
Sang ibu, yang berdarah Indonesia, memiliki peran penting dalam keputusan Elkan Baggott untuk memilih Merah Putih sebagai warna kebanggaan di kancah internasional.
“Keluarga saya juga bangga. Yang pasti, saat ini saya ingin memberikan kebanggaan untuk negara ini,” jelas Elkan Baggott dengan nada yang penuh keyakinan.
Ketika akhirnya Elkan Baggott memenuhi panggilan training camp dari Timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong, tantangan baru pun mulai muncul.
Latihan perdana yang dijalani Elkan Baggott pada 8 Juli lalu ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Perbedaan cuaca yang sangat kontras antara Inggris dan Indonesia menjadi kendala awal bagi Elkan Baggott.
Fisiknya sempat menurun drastis akibat perbedaan iklim yang ekstrem, ditambah lagi dengan jet lag yang disebabkan oleh perbedaan waktu antara Inggris dan Indonesia yang mencapai enam jam.
“Saya juga masih jet lag. Perbedaan waktu enam jam antara Inggris dan Indonesia sedikit menyulitkan,” katanya, mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya dalam adaptasi awal.
Namun, di tengah semua kesulitan tersebut, Elkan Baggott merasa beruntung karena rekan-rekannya di timnas U-19 sangat mendukung dan membantu.
Walaupun baru pertama kali bertemu, Elkan Baggott merasakan keramahan yang luar biasa dari sesama pemain timnas. Mereka tidak hanya membantu Elkan Baggott dalam berkomunikasi dengan menerjemahkan percakapan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, tetapi juga memberikan dukungan moril yang sangat dibutuhkan Elkan Baggott di saat-saat awal adaptasinya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
