Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juni 2024 | 21.53 WIB

Amunisi Baru Timnas Indonesia Calvin Verdonk Siap Bertarung Lawan Filipina, Pemain Liga 1 Makin Terpinggirkan

KETAT: Persaingan ketat terjadi di tubuh Timnas Indonesia dengan datangnya pemain keturunan Calvin Verdonk di skuad Garuda jelang laga kontra Filipina. (PSSI) - Image

KETAT: Persaingan ketat terjadi di tubuh Timnas Indonesia dengan datangnya pemain keturunan Calvin Verdonk di skuad Garuda jelang laga kontra Filipina. (PSSI)

JawaPos.com — Kabar gembira datang bagi para pendukung Timnas Indonesia. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan bahwa Calvin Verdonk akan membela skuad Merah Putih dalam laga melawan Filipina pada 11 Juni 2024.

Pemain belakang itu baru saja sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Selasa (4/6/2024). Dengan pengesahan ini, Verdonk siap memperkuat lini belakang Timnas Indonesia dalam laga penting tersebut.

Ketua PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) telah selesai melakukan peralihan Calvin Verdonk ke PSSI. Peralihan ini telah mendapat restu dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), yang kemudian diinformasikan kepada Federasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Rabu (5/6/2024). Dengan semua legalitas ini, Verdonk kini siap memperkuat Timnas Indonesia dengan status yang sah secara hukum.

"Sejak kemarin banyak pihak di dalam negeri telah membantu prosedur Calvin Verdonk untuk segera memperkuat sepak bola Indonesia, terutama menghadapi pertandingan penting bagi langkah Indonesia menuju Piala Dunia 2026," ujar Erick Thohir dalam keterangannya, Sabtu (8/6/2024).

Erick berharap kehadiran Verdonk dapat semakin memperkuat lini belakang timnas dan membuat persaingan di antara pemain menjadi semakin sehat.

Dengan tambahan Verdonk, kini Timnas Indonesia memiliki 12 pemain bertahan yang berkualitas. Daftar pemain bertahan ini mencakup Jay Idzes, Jordi Amat, Rizky Ridho, Elkan Baggot, Justin Hubner, Muhammad Ferarri, Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, Pratama Arhan, Sandy Walsh, dan Asnawi Mangkualam. Kehadiran Verdonk tentunya akan menambah kedalaman skuad dan memberikan lebih banyak opsi bagi pelatih.

Erick Thohir menekankan pentingnya memiliki dua tim dengan kekuatan yang merata dan seimbang. "Target saya, kita harus punya 2x11 pemain untuk timnas dengan kekuatan yang merata dan seimbang sehingga meski ada yang absen atau enggan memperkuat timnas, maka kita punya pengganti dengan kualitas yang sama," kata Erick.

Hal ini menunjukkan bahwa PSSI serius dalam membangun tim nasional yang kompetitif dan mampu bersaing di level internasional.

Namun, muncul pertanyaan apakah kehadiran pemain keturunan seperti Verdonk akan membuat pemain lokal, terutama dari Liga 1, semakin terpinggirkan? Fenomena ini bukanlah hal baru dalam dunia sepak bola. Ketika pemain asing atau pemain keturunan bergabung dengan tim nasional, seringkali pemain Liga 1 harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan tempat di skuad utama.

Pemain lokal, terutama yang bermain di Liga 1, harus menunjukkan performa yang konsisten dan luar biasa untuk tetap bersaing. Mereka perlu membuktikan bahwa mereka layak mengenakan kostum Garuda dan memiliki tekad yang kuat untuk membela Indonesia.

Erick Thohir menegaskan bahwa hanya pemain yang serius dan fokus yang akan mendapatkan kesempatan membela timnas. "Intinya, pemain yang sekarang berkostum Garuda harus serius dan fokus demi mendapat kesempatan membela Indonesia. Timnas hanya untuk pemain yang punya tekad kuat dan mati-matian demi Merah Putih," ujarnya.

Dengan adanya persaingan yang ketat ini diharapkan akan tercipta atmosfer kompetitif yang sehat dalam tim. Pemain Liga 1 dan pemain keturunan yang bermain di luar negeri dapat saling mendorong untuk menjadi yang terbaik. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif bagi performa Timnas Indonesia secara keseluruhan.

Selain itu, kehadiran pemain seperti Verdonk dapat menjadi inspirasi bagi pemain Liga 1 untuk terus berkembang. Melihat bagaimana pemain yang berkarier di luar negeri membawa pengalaman dan skill yang mereka miliki, pemain Liga 1 dapat belajar dan meningkatkan kemampuan mereka.

Ini juga bisa membuka mata para pemain muda bahwa ada jalan yang lebih luas dalam karier sepak bola mereka, termasuk bermain di luar negeri dan kemudian kembali memperkuat timnas.

Pertandingan melawan Filipina menjadi momen penting bagi Calvin Verdonk untuk menunjukkan kemampuannya. Jika Verdonk dapat tampil impresif dan membantu Timnas Indonesia meraih kemenangan, hal ini tentu akan memperkuat argumen bahwa pemain keturunan dapat memberikan kontribusi besar bagi tim.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore