
Monitor Video Asisstent Referee (VAR) yang digunakan oleh wasit utama dalam pertandingan uji coba pengaplikasian VAR tahap ketiga di Lapangan JSI./
JawaPos.com – Mengenai penerapan Video Assisten Referee (VAR) di Liga 1 Indonesia, Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni atau yang akrab dipanggil Bung Kusnaeni memberikan tanggapanya mengenai penerapan teknologi VAR agar dapat dipersiapkan dengan baik dan tidak tergesa-gesa.
Dikutip melalui Antara News Senin (19/2), tanggapan itu disampaikan oleh Bung Kusnaeni berkaitan dengan penerapan teknologi VAR di Liga 1 Indonesia yang akan diawali dengan uji coba di laga sekolah sepak bola (SSB).
Ia mengungkapkan bahwa penerapan VAR di Liga 1 Indonesia perlu mematangkan persiapan baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia agar tidak mengecewakan berbagai pihak.
“Saya sarankan penerapan VAR Liga 1 dilakukan secara cermat dan bijak, tidak perlu tergesa-gesa hanya karena tekanan publik,” ujarnya.
Bung Kusnaeni mengatakan bahwa uji coba VAR merupakan langkah maju bagi dunia sepak bola di tanah air karena mampu menjadi salah satu standar kompetisi sepak bola professional yang baik.
Ia juga mengungkapkan bahwa idelanya VAR bisa diterapkan pada musim berikutnya sehingga dapat diawali dengan uji coba dipertandingan-pertadingan kompetisi yang dievaluasi secara serius.
Dalam penerapanya, pihak terkait perlu memastikan kesiapan semua aspek baik infrastruktur, teknologi hingga sumber daya manusia yang mengoperasikanya. “itu yang paling penting.” Jelasnya.
Pengamat sekaligus Komentator sepak bola itu pun juga menekankan bahwa sumber daya manusia menjadi faktor utama yang cukup penting, pasalnya setiap pekan setidaknya akan berlangsung sembilan pertandingan serentak yang digelar di Liga 1.
“Dibutuhkan puluhan pengadil VAR yang bersertifikat, belum lagi kalau terjadi promosi dan degradasi, pengadil VAR yang kinerjanya tidak bagus harus diganti dengan pengadil VAR cadangan yang diharapkan lebih baik,”katanya.
Ia kembali menekankan bahwa sumber daya manusia dapat diperkuat dengan pelatihan dan sertifikasi secara intensif.
Faktor sumber daya manusia ini akan menjadi isu krusial saat penerapan VAR sehingga harus dipersiapkan secara matang.
“Jangan sampai publik malah kecewa karena kehadiran VAR tidak mampu peningkatkan kualitas kompetisi, pastikan bahwa VAR diterapkan di Liga 1 memang betul-betul siap,” jelasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
