
BELUM SIAP DIMAINKAN: Song Ui-young masih dalam proses mengembangkan kondisi terbaiknya.
JawaPos.com - Paul Munster sudah memimpin dua laga Persebaya Surabaya. Dan, hampir semua pemain asing sudah diturunkan. Kecuali satu nama: Song Ui-young.
Pemain asal Singapura itu selalu absen dalam dua laga yang dipimpin Munster. Dia masih mengalami cedera. Bahkan, pemain 30 tahun itu belum bergabung dalam latihan tim. ”Kondisi Song masih belum memungkinkan untuk berlatih. Kami masih terus memantaunya,” kata Munster.
Kans untuk come back dalam waktu dekat juga minim. Sebab, Munster hanya akan menurunkan pemain yang kondisinya fit 100 persen. ”Karena semua bisa melihat bagaimana kami bermain 100 persen di lapangan. Jadi, kami masih perlu meningkatkan kebugaran Song secara perlahan,” beber mantan pelatih Bhayangkara FC itu.
Artinya, Song bisa saja hat-trick absen. Dia mungkin belum bisa tampil saat Persebaya away melawan Persita Tangerang (23/2). Padahal, posisi Song di lini tengah nyaris tak tergantikan. Dia sudah tampil dalam 17 laga. Sebelas laga di antaranya turun sebagai starter. Song juga sudah mencetak 1 gol dan 2 umpan gol.
Meski begitu, Munster sama sekali tidak khawatir. Absennya Song mampu ditutupi dengan baik oleh M. Hidayat. Dia selalu tampil 90 menit dalam dua laga yang dipimpin Munster.
”Sejujurnya, dengan lini tengah diisi para pemain lokal, mereka ternyata mampu tampil sangat baik dalam dua laga terakhir,” ungkap kekasih Desiree Kujala itu.
Lini tengah Green Force memang diisi full lokal dalam dua laga terakhir. Pada laga kontra PSIS Semarang (30/1), Munster menurunkan Andre ”Kobra” Oktaviansyah, M. Hidayat, dan Ripal Wahyudi. Lalu, melawan Bhayangkara FC (4/2), posisi Ripal digantikan M. Iqbal.
”Mereka bermain baik. Padahal, lini tengah tim lawan diisi para pemain asing,” jelas Munster.
Ucapan Munster memang benar. Laga kontra Bhayangkara FC, misalnya. Lini tengah The Guardians –julukan Bhayangkara FC– diisi Matias Mier dan Radja Nainggolan. Secara fisik, tubuh dua pemain itu jauh lebih besar ketimbang Hidayat atau Kobra. Tapi, dua pemain lokal tersebut ternyata mampu mengimbangi duet Mier dan Nainggolan.
Meski begitu, Munster tidak mau anak asuhnya cepat puas. Dia ingin semua pemain tetap maksimal saat latihan. Sebab, dia tidak mau performa anak asuhnya mengendur.
”Tapi, pemain saya adalah para pesepak bola profesional. Jadi, saya yakin mereka memahami standar (permainan) dan level yang dibutuhkan,” ungkap Munster. (gus/c19/ali)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
