
Marselino Ferdinan (merah, kiri) saat mengejar bola ketika masih berlatih di SAB Persada.
Bagi publik sepak bola internasional, Marselino Ferdinan tengah jadi sosotan. Itu tak lepas dari permainannya ketika membela Indonesia dalam Piala Asia Qatar 2023. Tapi siapa sangka, masa kecilnya bermain sepak bola di tempat di sebuah desa sepi di Kabupaten Sidoarjo.
Sidiq Prasetyo, Sidoarjo
KARIR Marselino Ferdinan tengah melambung. Skill dan kemampuan yang dimiliki membuat klub besar, Persebaya Surabaya, merekrutnya selama dua musim (2021-2023). Padahal, Marselino ketika itu masuk duduk bangku sekolah menengah atas atau SMA. Karirnya yang moncer membuat klub dari Liga Belgia KMSK Deinze merekrut Marselino.
Orang awam tahunya pasti skill dan kemampuan Marselino terasah sejak kecil. ''Sejak usia 10 tahun, Marselino ikut saya. Dia saya latih di Desa Damarsi,’’ kata Adi Putra Setiawan, pelatih yang menangani Marselino.
Damarsi merupakan sebuah desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Lokasinya dekat dengan tambak-tambak ikan dan sekitar 10 kilometer dari jalan penghubung Surabaya-Sidoarjo. Bisa juga dijangkau dari Bandara Juanda Terminal 2 dengan sepeda motor selama kurang lebih 20 menitan.
''Marselino berlatih kalau mau ada kompetisi. Rumah Marselino ke Damarsi sangat jauh dan yang mengantar latihan ibunya,’’ kenang Setiawan, panggilan akrab Adi Putra Setiawan.
Hebatnya, selain Marselino, pemain yang juga pernah bergabung di klub luar negeri, Bagus Kahfi, juga menghabiskan masa kecilnya di Desa Damarsih dengan bergabung Sekolah Sepak Bola (SSB) Persada yang dilatih Setiawan.
Seperti diketahui, Bagus pernah merumput di Liga Belanda dengan bergabung Jong Utrecht (2021-2022) dan Asteras Tripolis di Liga Yunani (2022-2023). Sekarang, pemain bernama lengkap Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri tersebut membela Barito Putera di Kompetisi Liga 1.
''Bagus dan kembarannya Bagas datang setelah Marselino. Mereka datang dari Magelang, Jawa Tengah, pada 2014,’’ ungkap Setiawan. Bagas sekarang membela Barito Putera dan tercatat memperkuat Indonesia ketika meraih medali emas SEA Games 2023.
Selain ketiganya, nama yang sekarang tengah di puncak karir adalah Rizky Ridho. Mantan stopper Persebaya ini satu angkatan dengan Marselino datangnya yakni 2012. Mereka dibina di SSB Persada yang didirikan Setiawan pada 2008.
Rizky Ridho membela Persebaya pada 2020-2023 sebelum akhirnya pindah ke Persija Jakarta. Edo, begitu Setiawan memanggilnya, juga menjadi kapten Timnas U-23 dan baru saja membela Tim Nasional Indonesia hingga Babak 16 Besar Piala Asia Qatar 2023.
''Marselino, Edo, dan di kembar Bagas-Bagus berlatih bersama dan makan bersama serta istirahat di rumah orang tua yang ada di dekat Lapangan Damarsi,’’ ucap Setiawan yang juga pernah menjadi pelatih Deltras tersebut.
Hanya, karena tinggal di Surabaya, Marselino dan Rizky Ridho jarang tidur malam di rumahnya. Keduanya pulang bersama orang tua yang mengantarnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
