
Patricio Morales saat memperkuat Persebaya.
JawaPos.com – Patricio Morales, atau kerap dipanggil Pato Morales, pria asal Cile yang pernah berpetualang di tiga tim Jawa Timur, yakni Arema Malang, Persik Kediri dan Persebaya Surabaya.
Memiliki nama lengkap Patricio Eliseo Morales Gaete, ia lahir pada 13 September 1977 di Concepción, sebuah kota yang terletak sekitar 500 kilometer di selatan Santiago, ibu kota Cile, Amerika Selatan.
Sebelum merantau ke Indonesia, Pato memperkuat klub lokal Cile, CD Lota Schwager. Selain itu ia juga memperkuat klub lain di negaranya seperti Naval, Huachipato, Magallanes, hingga tim yang lumayan familiar di telinga pecinta sepak bola, Colo-colo.
AREMA MALANG, KLUB PERTAMA DI INDONESIA
Ia datang ke Indonesia dengan usia yang cukup matang, yakni 30 tahun. Pada tahun 2007, Pato Morales tiba di Arema pada paruh kedua, namun kehadirannya di Malang hanya berlangsung setengah musim.
Pato melakoni debut resmi bersama Arema dalam laga kontra Persik Kediri di ajang Super Copa Indonesia 2007. Di laga debutnya, ia langsung menciptakan gol untuk Arema, meski harus kalah dengan skor 1-2 di kandang.
Di musim debutnya bersama Singo Edan, Pato berhasil mencetak total 9 gol di semua kompetisi. Meski begitu, kontraknya tak diperpanjang oleh manajemen Arema Malang.
Hal ini terjadi lantaran Emaleu Sergei telah pulih dari cedera, sekaligus moncernya Emile Mbamba, yang merupakan andalan Arema di musim sebelumnya. Pato sendiri memilih untuk kembali ke klub lamanya, sebelum ke Indonesia, CD Lota Schwager.
Meski harus terdepak, Pato dan Arema kembali berjodoh di paruh musim 2008/2009. Kala itu, ia kembali dipinang oleh Singo Edan, karena Emile Mbamba, sosok yang pernah membuatnya tergusur, harus menerima skorsing selama lima tahun dari PSSI.
Sayangnya, momen ‘balikan’ tersebut tak lagi berbuah manis, karena pemain asal Cile tersebut hanya mencetak 3 gol dalam setengah musim keduanya di Malang.
Kedatangan pengguna nomor 13 di periode keduanya bersama Arema ini mencatatkan cerita menarik. Saat itu, Pato harus putar balik ke Cile, meski sebenarnya sudah tiba di Malaysia, selangkah lagi tiba di Indonesia.
Kejadian tersebut terjadi sebab berkas-berkas yang mejadi syarat administrasi Pato dianggap kurang lengkap. Ia menggunakan VISA kunjungan, yang hanya memiliki masa tinggal 60 hari. Sementara, pemain sepak bola harus mengenakan VISA kerja, yang merupakan jenis VISA untuk pekerja asing yang bekerja di negara lain.
Beruntungnya, saat itu Pato tidak masuk black list karena ditangani dengan baik. Saat itu, ia datang bersama istri yang bernama Janet Reinoso, dan kedua anaknya.
HIJRAH KE PERSIK KEDIRI

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
