Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2023 | 14.02 WIB

Resmi Dikukuhkan Bukan 14 Maret 1933, Ternyata Ini Hari Jadi Persib Bandung yang Benar

Bos Persib Bandung Glen T. Sugita menerima naskah akademik penelitian hari jadi Persib. - Image

Bos Persib Bandung Glen T. Sugita menerima naskah akademik penelitian hari jadi Persib.

JawaPos.com - Persib Bandung secara resmi mengukuhkan perubahan hari jadi mereka. Klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini sangat identik dengan tahun 1933 karena pada kurun waktu tersebut Persib disebut-sebut lahir sebagai sebuah komunitas sepakbola.

Tahun tersebut atau lebih tepatnya 14 Maret 1933 yang sering dirayakan sebagai hari jadi Persib Bandung itu rupanya timbul banyak keraguan. Terlebih, klub yang berjuluk Maung Bandung ini juga disebutkan sebagai salah satu pendiri PSSI yang notabene lahir pada tahun 1930. Secara logis, Persib seharusnya lahir jauh sebelum PSSI itu lahir pada belakangan ini.

Atas dasar hal itu, Manajemen Persib atau PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) berinisiatif untuk melakukan studi terkait dengan menggandeng akademisi dari Universitas Padjajaran.

Adapun tim riset penelitian hari jadi Persib Bandung ini diketuai oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad), Prof. Kunto Sofianto, Ph.D dan beberapa anggota lain seperti Dr. Miftahul Falah M.Hum, Budi Gustaman Sunarya, M.A, Iqbal Reza Satria, S.H., M.I.P. dan Muhammad Ridha Taufiq Rahman, S.IP., MA.

Beberapa orang yang tergabung dalam tim riset ini bekerja cukup lama untuk meneliti sejarah hari lahirnya Persib Bandung.

Dalam kesempatan Media Gathering Pengukuhan Hari Jadi Persib, Ketua Tim Riset Prof. Kunto Sofianto, Ph. D mengatakan bahwa riset ini dilakukan untuk menjawab keraguan tentang hari jadi Persib yang selama ini sering diperingati itu ternyata tidak memiliki bukti otentik.

"Riset hari jadi ini dilakukan untuk menjawab keresahan dan bahkan keraguan yang muncul dalam satu dekade terakhir, terutama dari pegiat literasi, jurnalis dan Bobotoh PERSIB karena tidak adanya bukti otentik dasar penetapan hari jadi PERSIB pada tanggal 14 Maret 1933," jelas Kunto Sofianto, seperti dikutip dari laman resmi klub, Minggu (17/12).

Selain itu, narasi yang menyebutkan bahwa Persib atau saat itu Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond/BIVB merupakan salah satu dari tujuh perserikatan (bond) pendiri PSSI pada 19 April 1930 menjadi alasan lain timnya melakukan kajian ilmiah dan riset hari jadi ini. 

"Dalam perspektif historis, tanggal 14 Maret 1933 yang selama ini diyakini sebagai hari jadi PERSIB, tidak berdasarkan fakta sejarah (ahistoris) apabila dikaitkan dengan peran BIVB dalam proses pendirian PSSI pada tanggal 19 April 1930," jelasnya.

Kunto Sofianto juga menjelaskan, di antara lima titimangsa yang ditemukan oleh tim peneliti, tanggal 5 Januari 1919 merupakan hasil interpretasi yang paling logis karena didukung oleh fakta sejarah yang kuat.

Meskipun di luar tanggal tersebut, para peneliti juga menemukan empat titimangsa lain yaitu 11 Juli 1914, 19 Mei 1923, 22 Oktober 1928 dan 18 Maret 1934.

"Setelah melewati langkah-langkah ilmiah yang lumayan panjang, termasuk uji publik melalui Focus Group Discussion (FGD) secara terbuka, kami berkeyakinan untuk menyimpulkan bahwa tanggal 5 Januari 1919 bisa dijadikan sebagai hari jadi PERSIB," kata salah seorang guru besar Unpad itu.

Adapun dasar penetapan 5 Januari 1919 sebagai hari jadi Persib ini adalah adanya momen kesepakatan dalam sebuah rapat 13 klub pribumi seperti KBS, BB (Bintang Bandoeng), STER (Steeds trappen en rennen), Diana (Doe is alles niet achteruit), Zwaluw, BIVC, BVC, KVC, VVC, Visser, NVC, Brom dan Pasar Ketjil untuk mendirikan sebuah bond atau perserikatan bernama Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond (BIVB) yang ditemukan dalam sebuah pemberitaan surat kabar Kaoem Moeda edisi 7 Januari 1919.

Dijelaskan pula, ke-13 klub pribumi tersebut memutuskan membentuk bond tersendiri sebagai bentuk 'perlawanan' terhadap diskriminasi yang dilakukan bond Hindia Belanda, Bandoengsch Voetbal Bond (BVB) terhadap sepak bola bumiputera. 

Seusai deklarasi pendirian, dibentuklah susunan kepengurusan di bawah kepemimpinan Soetan Baginda M. Djamil sebagai presiden bond dan Soegeng sebagai wakilnya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore