Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 17.38 WIB

Buntut Ricuh di Stadion Gelora Joko Samudro, Berikut Pernyataan Resmi Deltras FC Sidoarjo

Petugas kepolisian saat menghadang suporter Gresik United di Stadion Gelora Joko Samudro. Suporter kecewa dan ingin menemui manajemen tim. - Image

Petugas kepolisian saat menghadang suporter Gresik United di Stadion Gelora Joko Samudro. Suporter kecewa dan ingin menemui manajemen tim.

JawaPos.com – Manajemen Deltras FC Sidoarjo memberikan pernyataan atas kericuhan yang terjadi di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (19/11).

Kericuhan suporter yang berujung penembakan gas air mata oleh aparat kepolisian memang sangat disesali banyak pihak. Aksi itu buntut keinginan fans Gresik United memberikan aspirasi kepada manajemen.

Hal itu dibenarkan Manajer Deltras, Dian Felani. “Fans Gresik United tidak meluapkan amarahnya kepada tim Deltras. Hanya saja mereka tadi sempat ingin menyuarakan aspirasi ke manajemen atas hasil kekalahan tersebut. Selebihnya, kami tidak tahu detail kejadian kerusuhan, karena tim masih berada di dalam stadion.”

“Hanya saja tim sempat tertahan di stadion. Usai kondisi di luar dirasa kondusif, barulah kami keluar dengan menggunakan bus hingga pintu tol alhamdulilah aman,” ujar Dian.

Meski begitu, kami juga memberikan himbauan kepada Deltamania agar tetap menjaga suasana kondusif, tertib, dan bersyukur menikmati kemenangan. Karena, kemenangan ini untuk Deltamania dan masyarakat Sidoarjo. “Tim masih harus fokus di laga-laga selanjutnya, mohon doa, dan dukungannya selalu,” imbuhnya.

Fans Gresik United memang bertujuan memberikan aspirasi kepada manajemen. Namun, karena aspirasi tak terkendali, pihak kepolisian akhirnya menembakkan gas air mata. Sikap itu sebenarnya juga disayangkan karena mengingat kembali kisah tragis Tragedi Kanjuruhan.

Kasi Humas Polres Gresik Iptu Wiwit Mariyanto mengatakan, akibat dari bentrokan antara suporter Gresik United, sekitar enam anggota polisi tersungkur karena terkena lemparan batu.

"Polisi sudah berusaha menyampaikan dengan baik, jika suporter tidak bisa menemui tim manajemen Gresik United. Apabila ingin bertemu, nanti-nanti saja setelah hari ini selesai. Bisa bertemu di kemudian hari," ujar Wiwit, saat dihubungi JawaPos.com.

Sayang, imbauan itu sepertinya tak digubris suporter Gresik United, hingga terjadi kericuhan tersebut. Imbasnya, tak hanya dari pihak kepolisian, sejumlah suporter terpaksa harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Sejumlah suporter dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Rinciannya, RSUD Ibnu Sina 3 orang, RS Semen Gresik 7 orang, Puskesmas Gending 4 orang, Puskesmas Alun-alun 2 orang, dan Puskesmas Cerme 1 orang.

“Di RSUD Ibnu Sina langsung diberikan penanganan, ada dua anak-anak dan satu dewasa,” ucap Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dr Soni.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore