Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2020 | 03.14 WIB

Asosiasi Pelatih Indonesia Tolak Adanya Pelatih Asing di Liga 2

ANGGI PRADITHA/KALTIM POST  PATAHKAN STATISTIK: Selain mengincar tiga poin pertama, Alfredo Vera berambisi memutus catatan tak pernah menang Persiba di laga kandang perdana pada dua musim terakhir. - Image

ANGGI PRADITHA/KALTIM POST PATAHKAN STATISTIK: Selain mengincar tiga poin pertama, Alfredo Vera berambisi memutus catatan tak pernah menang Persiba di laga kandang perdana pada dua musim terakhir.

JawaPos.com – Memasuki umur satu tahun, Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) mengemban tugas berat untuk mewujudkan keinginan anggotanya.

Salah satu tugas berat yang diemban adalah mewajibkan seluruh klub Liga 2 musim depan memakai jasa pelatih kepala lokal.

Hal itu disampaikan Ketua APSSI Yeyen Tumena. Yeyen mengatakan, usul itu sudah disampaikan kepada PSSI.

APSSI ingin PSSI segera membuat regulasi mengenai kewajiban tim Liga 2 menggunakan jasa pelatih lokal. Tidak seperti saat ini. Di mana beberapa klub masih percaya menggunakan jasa pelatih asing untuk berkompetisi.

Sejauh ini, ada lima pelatih asing yang menangani klub Liga 2. Sebut saja Alfredo Vera, Eduardo Almeida, Raja Isa, Marcelo Cirelli, dan Rafael Berges.

Permintaan itu sejatinya sudah mendapat lampu hijau. Eks bek sayap Persebaya Surabaya itu menyatakan, PSSI sebenarnya sudah setuju akan menerapkan regulasi tersebut musim ini.

Tapi, karena kendala kontrak dan akan berjalan di tengah pandemi, regulasi itu akhirnya dimundurkan jadi musim depan. ’’Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan merespons positif bahwa Liga 2 sewajarnya memang tidak menggunakan jasa pelatih asing,’’ ungkapnya.

APSSI sendiri dikatakannya bukan anti-pelatih asing. Bukan anti persaingan. Permintaan untuk mewajibkan klub Liga 2 menggunakan jasa pelatih lokal adalah untuk menambah jam terbang. Untuk unjuk kualitas.

Regulasi tanpa pelatih asing juga menyetarakan regulasi yang selama ini dipegang di Liga 2. Yakni, tidak adanya pemain asing. ’’Kalau tidak ada pemain asing, kenapa pelatihnya tidak? Jadi, harus disetarakan,’’ ucapnya.

Liga 2 juga dikatakannya sebagai jembatan pelatih-pelatih baru menuju tahap selanjutnya, yakni Liga 1. Yeyen menyebut, kualitas pelatih lokal akan naik ketika digembleng lebih dulu di kasta kedua sepak bola Indonesia. Mencari pengalaman di sana. ’’Agar nanti di Liga 1 mereka bisa bersaing dengan pelatih-pelatih asing,’’ paparnya.

Sejauh ini, tanpa adanya regulasi mewajibkan pelatih lokal di klub-klub Liga 2, sejatinya pelatih lokal sudah memberikan prestasi mumpuni di klub. Hal itu terbukti dalam dua musim terakhir, juara Liga 2 selalu dilatih pelatih lokal. PSS Sleman dengan Seto Nurdiyantoro pada 2018 dan Persik Kediri dengan Budiardjo Thalib musim lalu.

Agar jumlah pelatih lokal mumpuni sebelum regulasi diketok, APSSI sendiri sudah bekerja sama dengan PSSI dan Kemenpora bakal mengadakan kursus pelatih lisensi C dan D secara gratis.

Hal tersebut masih digodok teknisnya. Yang jelas, tidak semua pelatih bisa mendapatkan sarana ini. Artinya, hanya pelatih-pelatih terpilih saja yang bisa mendapatkan jatah gratis untuk lisensi C dan D.

’’Salah satunya wajib menjadi anggota APSSI. Dan ini masih akan kami bicarakan dengan PSSI dan Kemenpora,’’ terangnya.

Daftar Pelatih Asing di Liga 2 Musim Ini

1. Nama : Angel Alfredo Vera
Asal : Argentina
Klub : Persiba Balikpapan

2. Nama : Rafael Berges
Asal : Spanyol
Klub : Badak Lampung FC

3. Nama : Raja Isa
Asal : Malaysia
Klub : PSPS Riau

4. Nama : Marcelo Cirelli
Asal : Argentina
Klub : PSBS Biak

5. Nama : Eduardo Almeida
Asal : Portugal
Klub : Semen Padang

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore