TANTANGAN BARU: Dua pemain asing asal Singapura, Jacob Mahler dan Song Ui-yong, serta Wing Naing Tun (Myanmar) siap membuktikan kualitasnya di persepakbolaan Indonesia.
Keberadaan pemain asing akan makin dominan di Liga 1 musim 2023–2024. Sebab, dalam sebelas pemain yang bertanding di lapangan, enam kuota di antaranya disediakan untuk penggawa impor. Efektifkah regulasi itu?
---
PSSI ingin Liga 1 naik kelas. Untuk membuat level Liga 1 naik, sejumlah terobosan dilakukan. Salah satunya, menambah kuota pemain asing. Musim lalu, setiap klub hanya dibolehkan menggunakan empat pemain asing.
Tapi, mulai musim 2023–2024, klub boleh memakai enam pemain asing. Perinciannya, lima pemain asing bebas dari negara mana saja. Lalu, satu pemain asing harus berasal dari Asia Tenggara. Enam-enamnya boleh dimainkan bersamaan dalam satu pertandingan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono mendukung terobosan itu. Menurut dia, regulasi penambahan jumlah pemain asing mengikuti aturan pada kompetisi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
’’Aturan AFC kan pemain asingnya 5+1. Jadi, atas dasar pertimbangan fairness dan competitive balance, semua klub sepakat,’’ ujar Teddy.
Kewajiban klub mendatangkan pemain asal Asia Tenggara juga menjadi topik yang menarik dibicarakan. Sebab, untuk kali pertama, 18 klub Liga 1 masing-masing akan memiliki satu pemain ASEAN.
Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali menjelaskan, penambahan pemain dari Asia Tenggara diharapkan bisa memperluas siaran kompetisi Liga 1 di ASEAN. ’’Ini supaya masyarakat Asia Tenggara bisa menonton kompetisi kita,’’ ungkap mantan menteri pemuda dan olahraga (Menpora) itu.
Wakil Presiden Persija Ganesha Putra tidak mempersoalkan keputusan PSSI dalam mewajibkan setiap klub mendatangkan pemain Asia Tenggara. Menurut Ganesha, kebijakan itu menjadi salah satu bentuk diplomasi dalam olahraga.
’’Mungkin di situ ada elemen kerja sama ekonomi dan pengembangan ASEAN. Apalagi, Indonesia adalah satu leader di Asia Tenggara,’’ ujar Ganesha.
Menurut dia, tidak mungkin federasi merumuskan regulasi asal-asalan. Pasti ada kajiannya secara mendalam. ’’Jadi, menurut saya regulasi (penggunaan pemain ASEAN) positif-positif saja. Saya yakin untuk saat ini itu yang terbaik,’’ tegasnya.
Lalu, mengapa harus pemain asing dari ASEAN? Bukannya Indonesia saat ini menjadi yang terbaik di Asia Tenggara setelah meraih medali emas dari cabang olahraga sepak bola pada SEA Games 2023 Kamboja? Terkait hal itu, menurut Ganesha, perbandingannya tidak apple-to-apple.
’’Kita juara SEA Games di usia 22 tahun. Sementara regulasi pemain asing Asia Tenggara bukan usia 22 tahun. Jadi, tidak apple-to-apple,’’ terangnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
