← Beranda

Buntut AC Milan vs Como, Fabregas Minta Maaf ke Allegri Usai Insiden Panas di San Siro

M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 20 Februari 2026 | 21.01 WIB
Allenatore AC Milan Massimiliano Allegri (kiri) memprotes ulah allenatore Como 1907 Cesc Fabregas. (Dok. Bein Sports)

JawaPos.com - Laga Serie A antara Como dan AC Milan di San Siro bukan hanya menyajikan duel ketat yang berakhir 1-1, tetapi juga drama panas di pinggir lapangan. 

Sorotan utama justru tertuju pada pelatih muda Como, Cesc Fabregas, yang terlibat insiden dengan pemain Milan dan memicu kemarahan Massimiliano Allegri.

Melansir Give Me Sport, momen kontroversial itu terjadi pada menit ke-78. Bek kanan Milan, Alexis Saelemaekers, kehilangan bola di dekat garis samping tepat di depan area teknis Como. 

Dalam situasi yang berlangsung cepat, Fabregas terlihat mengangkat lengan dan melakukan kontak dengan sang pemain.

Saelemaekers langsung bereaksi, menunjuk ke arah Fabregas sebelum berlari kembali ke area pertahanannya. Situasi memanas dan ketegangan di pinggir lapangan tak terhindarkan. Allegri pun ikut tersulut emosinya, hingga akhirnya diganjar kartu merah oleh wasit.

Allegri Tersulut Emosi

Allegri jelas tidak terima dengan kejadian tersebut, apalagi Fabregas tidak mendapatkan hukuman langsung dari wasit. Dalam suasana panas, ia melontarkan kata-kata keras kepada pelatih muda asal Spanyol itu.

“Kau masih anak-anak… kau idiot! Anak kecil yang baru kemarin jadi pelatih.”

Tak berhenti di situ, Allegri juga menyindir dalam komentar awalnya kepada media.

"Lain kali ada seseorang yang berada di garis gawang, saya juga akan turun ke lapangan dan melakukan tekel."

Namun, setelah suasana sedikit mereda, Allegri menunjukkan sisi yang lebih tenang dalam konferensi pers pascalaga.

"Saat berada di lapangan, Anda harus menghormati lawan dan wasit. Dia adalah pelatih yang sangat muda, dia baru memulai. Dia melakukannya dengan baik."

"Saya harap dia memenangkan banyak pertandingan dalam kariernya dan memiliki semua kemampuan untuk melakukannya. Pelatih muda seperti dia membutuhkan pengalaman, dengan pengalaman Anda akan berkembang, Anda akan menjadi lebih dewasa."

Fabregas Ambil Tanggung Jawab

Tak lama berselang, Fabregas pun memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf terbuka. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu mengakui tindakannya tidak pantas.

“Saya minta maaf, itu hanya sentuhan kecil dan respons Allegri berlebihan, tetapi saya akui seharusnya saya tidak melakukannya.”

"Itu adalah perilaku yang tidak sportif, seperti yang dikatakan Cristian Chivu beberapa hari yang lalu, kita harus menjaga tangan kita agar tidak menyentuh orang lain, terutama jika Anda seorang pelatih."

“Saya juga akan marah, jadi saya hanya bisa meminta maaf dan mengatakan saya berharap hal itu tidak akan pernah terjadi lagi dalam karier saya.”

Pernyataan tersebut menunjukkan kedewasaan Fabregas dalam menyikapi situasi. Ia tidak mencari pembenaran, melainkan mengakui kesalahan dan berjanji untuk belajar dari pengalaman tersebut.

Dengan persaingan papan atas Serie A yang semakin ketat, emosi tinggi memang sulit dihindari. Namun insiden ini menjadi pengingat bahwa tekanan besar tetap harus diimbangi dengan kontrol diri, terutama bagi sosok di bangku pelatih.

Fabregas sendiri tengah menuai banyak pujian atas pekerjaannya bersama Como. Meski demikian, ia tentu berharap insiden di San Siro menjadi pelajaran berharga dan bukan bayang-bayang yang terus mengikuti perjalanan karier kepelatihannya.

EDITOR: Banu Adikara