JawaPos.com - Drama Cristiano Ronaldo di Al-Nassr semakin memanas. Di tengah boikot yang masih berlangsung, muncul laporan bahwa sang legenda Manchester United itu telah mengeluarkan semacam ultimatum kepada manajemen klub, dengan ancaman hengkang jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Ronaldo bergabung dengan Al-Nassr pada awal 2023 setelah kontraknya dengan Manchester United diputus secara mutual. Datang dengan status bebas transfer, kehadirannya langsung mengangkat pamor klub dan liga. Secara statistik, kontribusinya nyaris tak terbantahkan: 111 gol dari 127 penampilan di semua kompetisi.
Namun, di balik angka-angka impresif itu, ketidakpuasan Ronaldo disebut sudah mengendap cukup lama. Dalam setahun terakhir, ia dikabarkan mulai frustrasi karena Al-Nassr gagal meraih gelar besar seperti Liga Pro Saudi maupun Liga Champions AFC.
Menjelang kontraknya habis tahun lalu, sempat muncul rumor bahwa Ronaldo ingin pindah ke rival langsung Al-Nassr atau bahkan ke klub peserta Piala Dunia Antarklub. Meski pada akhirnya ia memilih bertahan dan menandatangani perpanjangan kontrak, situasi saat ini menunjukkan bahwa masalah belum benar-benar selesai.
Boikot Ronaldo disebut dipicu rasa kecewa terhadap manajemen klub, khususnya terkait dukungan di bursa transfer. Ia absen dalam laga melawan Al-Riyadh pada Senin (2/2) dan kembali tidak tampil saat Al-Nassr menghadapi Al-Ittihad pada Jumat (6/2), sebuah sinyal kuat bahwa ketegangan masih berlangsung.
Melansir Football365, di tengah situasi tersebut, Liga Pro Saudi akhirnya angkat bicara melalui pernyataan resmi yang bernada tegas.
“Liga Pro Saudi disusun berdasarkan prinsip sederhana: setiap klub beroperasi secara independen di bawah aturan yang sama,” kata seorang juru bicara liga.
“Setiap klub memiliki dewan pengurus, eksekutif, dan kepemimpinan sepak bola sendiri. Keputusan mengenai perekrutan, pengeluaran, dan strategi berada di tangan klub-klub tersebut, dalam kerangka keuangan yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan dan keseimbangan kompetitif. Kerangka kerja tersebut berlaku sama di seluruh liga.”
Pernyataan itu juga menyinggung posisi Ronaldo secara langsung.
“Cristiano telah sepenuhnya terlibat dengan Al-Nassr sejak kedatangannya dan telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan ambisi klub. Seperti halnya pesaing elit lainnya, dia ingin menang. Tetapi tidak ada individu—betapapun pentingnya–yang menentukan keputusan di luar klubnya sendiri.”
Liga juga menepis anggapan adanya perlakuan istimewa terhadap klub tertentu.
“Aktivitas transfer baru-baru ini menunjukkan kemandirian dengan jelas. Satu klub memperkuat diri dengan cara tertentu. Klub lain memilih pendekatan yang berbeda. Itu adalah keputusan klub, yang diambil dalam parameter keuangan yang telah disetujui.”
“Daya saing liga berbicara sendiri. Dengan hanya beberapa poin yang memisahkan empat tim teratas, persaingan perebutan gelar sangat ketat. Keseimbangan seperti itu mencerminkan sistem yang berfungsi sebagaimana mestinya.”
“Fokus tetap pada sepak bola—di lapangan, tempat seharusnya—dan pada menjaga kompetisi yang kredibel dan kompetitif bagi para pemain dan penggemar.”
Meski begitu, laporan terbaru menyebut Ronaldo kini siap mengambil langkah ekstrem. Ia diklaim telah menyampaikan ultimatum transfer kepada Al-Nassr dan “siap pergi” jika situasi tak berubah. Bahkan, opsi pindah ke Turki pada musim panas mulai dibicarakan.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa kontrak Ronaldo mengandung klausul pelepasan senilai EUR 50 juta, dan sejumlah klub Turki dikabarkan tengah memantau situasi ini dengan serius.
Menariknya, boikot ini tidak diperkirakan akan berlangsung tanpa batas waktu. Ronaldo diyakini sadar bahwa ketidakhadirannya bisa merugikan peluang Al-Nassr dalam perebutan gelar.
Sementara itu, minimnya menit bermain di tahun Piala Dunia juga bukan skenario ideal bagi sang megabintang. Meski demikian, keputusan untuk absen disebut mendapat dukungan dari dewan klub.
Laporan lain menambahkan bahwa akar masalahnya adalah rasa ketidakadilan. Ronaldo merasa Al-Nassr tidak mendapatkan dukungan finansial yang setara dibanding rival mereka, Al-Hilal, meskipun kedua klub berada di bawah kepemilikan mayoritas yang sama.
Ia disebut sangat marah melihat rivalnya mampu memperkuat skuad dengan mendatangkan pemain-pemain bintang, termasuk Karim Benzema pada bursa transfer Januari 2026.
Kini, bola panas ada di tangan manajemen Al-Nassr. Apakah mereka akan meredakan situasi dan mempertahankan ikon terbesar mereka, atau justru bersiap menghadapi skenario kepergian Cristiano Ronaldo? Yang jelas, saga ini masih jauh dari kata selesai.