JawaPos.com - Pep Guardiola angkat bicara usai Manchester City menelan kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt. Sorotan utama tertuju pada kartu merah Rodri, yang dinilai sang pelatih sebagai keputusan yang terlalu ringan dan merugikan timnya di momen krusial pertandingan.
City datang ke Norwegia dengan kondisi pincang, kehilangan hingga 10 pemain karena berbagai faktor. Meski demikian, mereka tetap menurunkan susunan pemain yang cukup kuat.
Namun, semangat dan intensitas permainan tuan rumah terbukti sulit ditandingi. Bodo/Glimt tampil agresif sejak awal dan sukses memanfaatkan situasi yang tidak ideal bagi tim tamu.
Manchester City sempat membuka harapan untuk bangkit ketika Rayan Cherki mencetak gol balasan di babak kedua dan mengubah skor menjadi 3-1.
Sayangnya, momentum itu langsung terhenti. Hanya berselang satu menit, Rodri menerima dua kartu kuning secara beruntun yang berujung kartu merah, memaksa City melanjutkan laga dengan 10 pemain tanpa peluang realistis untuk kembali ke pertandingan.
Melansir Manchester Evening News, dalam konferensi pers seusai laga, Guardiola menunjukkan simpati penuh kepada Rodri.
Ia menilai situasi tersebut sebagai momen yang tidak menguntungkan bagi timnya, sekaligus mencerminkan periode sulit yang tengah dialami Manchester City musim ini.
"Ini situasi yang sulit. Kami kehilangan bola dan melakukan transisi, dan mereka cepat. Terkadang Anda bereaksi. Saya tidak tahu apakah gol kedua agak lemah, tapi ya sudahlah," kata Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyinggung bagaimana banyak hal berjalan tidak sesuai rencana sejak awal tahun. Cedera, absennya pemain kunci, hingga masalah kebugaran membuat tim kesulitan menjaga konsistensi di level tertinggi.
"Saat ini, skor 3-1 dan kemudian kartu merah setelah satu menit, semuanya sedikit berlawanan dengan kami karena banyak hal. Ketika kami memulai pada Hari Tahun Baru di Sunderland, kami kehilangan apa yang kami butuhkan dan setelah itu kami mulai mengalami cedera dan Matheus terkena flu.”
“Banyak hal yang berlawanan dengan kami dan di level itu di Liga Champions atau melawan United, lebih sulit untuk memiliki konsistensi yang kami miliki selama satu atau dua bulan di mana kami memenangkan pertandingan dan berada di posisi teratas."
Guardiola tak menampik bahwa performa timnya masih rapuh, namun ia menilai situasi saat ini tetap lebih baik dibandingkan musim lalu. Ia juga memuji respons para pemain yang tetap berjuang meski bermain dengan kekurangan jumlah pemain.
"Sekarang, karena kami kehilangan pemain-pemain penting, kami sedikit kehilangan performa, tetapi secara umum suasana tim jauh lebih baik daripada musim lalu.”
“Kami kehilangan beberapa pemain penting yang tidak dapat memberikan konsistensi pada tim. Mereka sedikit rapuh seperti musim lalu di beberapa periode, tetapi bagaimana mereka berjuang 10 lawan 11 dan banyak pemain yang menunjukkan peningkatan."
Ke depan, Guardiola menegaskan bahwa perubahan harus segera dilakukan. Jadwal padat menanti, dan City dituntut untuk bangkit secepat mungkin sambil menunggu para pemain yang cedera kembali memperkuat tim.
"Kita harus mengubah dinamika dengan cepat saat melawan Wolves dan kemudian Galatasaray, dan kita menunggu para pemain untuk kembali secara bertahap."
Kekalahan ini memang memukul Manchester City, tetapi sikap Guardiola menunjukkan bahwa ia masih percaya pada timnya. Bagi City, tantangannya kini adalah membalikkan keadaan sebelum musim benar-benar keluar dari jalur yang diinginkan.